Kultum Milenial
Kultum Milenial Mahasiswa IAIN Gorontalo, Sandi Sahempa: Nuzulul Quran
Bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan bulan suci Ramadan bulan sangat dinanti-nantikan
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
- 17 Ramadan adalah hari turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril, menandai kebangkitan ilmu, akhlak, dan peradaban
- Turunnya Al-Qur’an di malam Lailatul Qadar menunjukkan keagungan kitab suci sebagai pedoman hidup, yang mampu mengubah masyarakat jahiliyah menjadi berilmu dan beradab
- Nuzulul Qur’an bukan sekadar seremonial, tetapi pengingat agar umat Islam lebih dekat dengan Al-Qur’an: membaca, memahami, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari
TRIBUNGORONTALO.COM – Bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh umat Muslim di muka bumi.
Khususnya pada 17 Ramadan, ini merupakan momentum awal turunnya Al-Qur’an.
Al-Qur’an diturunkan dari Lauhul Mahfudz ke langit dunia, kemudian secara bertahap disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam melalui Malaikat Jibril.
Peristiwa turunnya Al-Qur’an ini dikenal oleh seluruh penduduk langit dan menunjukkan betapa agungnya kitab suci Al-Qur’an, yang di dalamnya terdapat kemuliaan besar, termasuk adanya satu malam istimewa yaitu malam Lailatul Qadar.
Peristiwa Nuzulul Qur’an adalah momen yang sangat agung dalam sejarah Islam.
Pada malam yang penuh kemuliaan, yaitu malam Lailatul Qadar, Allah Subhanahu wa Ta'ala menurunkan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an
Surah Al-Qadr ayat 1:
“Inna anzalnahu fii lailatil qadr”
Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.
Baca juga: Wagub Idah Syahidah Tutup 2 SPPG di Kota Gorontalo: Menyusul yang Lain
Nuzulul Qur’an bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, tetapi menjadi momentum besar perubahan peradaban. Dari masyarakat jahiliyah yang gelap menuju masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan beradab.
Al-Qur’an menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam ibadah, muamalah, maupun akhlak.
Di era modern saat ini, teknologi berkembang begitu pesat. Informasi sangat mudah diakses. Namun, sering kali kita lebih sibuk membaca media sosial daripada membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an.
Padahal Al-Qur’an adalah penenang hati, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Ra’d ayat 28: