Universitas Negeri Gorontalo
Cerita Ridwan, Mahasiswa Gorontalo yang Nyambi Ngojek Online sambil Kuliah
Di balik kesibukannya sebagai mahasiswa, Ridwan tak segan-segan bekerja sebagai sopir ojek online (ojol) untuk membiayai pendidikannya.
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ridwan-R-Muhammad-Mahasiswa-Jurusan-Manajemen-UNG.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di tengah gemerlapnya dunia perkuliahan, Ridwan R Muhammad, mahasiswa aktif jurusan Manajemen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) ini memiliki kisah inspiratif yang patut diceritakan.
Di balik kesibukannya sebagai mahasiswa, Ridwan tak segan-segan bekerja sebagai sopir ojek online (ojol) untuk membiayai pendidikannya.
Lulus SMA di tahun 2019, mimpi Ridwan untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi impiannya tertunda.
Kegagalannya menembus gerbang perguruan tinggi tak lantas mematahkan semangatnya.
Ridwan memilih untuk gap year selama setahun dan memanfaatkan waktu tersebut untuk bekerja sebagai sopir ojol.
Setahun kemudian, Ridwan kembali mendaftar kuliah dan berhasil diterima di UNG melalui jalur mandiri.
Namun, biaya pendidikan yang fantastis, yaitu Rp 18 juta rupiah, menjadi batu sandungan baru baginya.
Tekad Ridwan tak surut. Dengan kegigihannya, dia berhasil mengumpulkan seluruh biaya tersebut dari hasil jerih payahnya sebagai sopir ojol, tanpa bantuan sepeserpun dari orang tuanya.
Meskipun berstatus sebagai mahasiswa, Ridwan tak malu dengan pekerjaannya sebagai sopir ojol.
Dia bahkan bangga dengan jerih payahnya yang mengantarkannya ke bangku perkuliahan.
Baginya, ojol bukan hanya pekerjaan, tapi juga sarana untuk meraih mimpi.
"Tidak malu, malah senang bisa dapat penghasilan yang bagus biar masih mahasiswa," kata Ridwan kepada TribunGorontalo.com, Selasa (7/5/2024).
Dedikasi dan ketekunan Ridwan patut diacungi jempol. Dia tak hanya bekerja sebagai sopir ojol, tapi juga merangkap sebagai sopir bentor online.
Tak heran, penghasilannya pun melambung tinggi, mencapai Rp 200 ribu per hari.
"Sehari bisa bawa pulang 200 ribu lebih, itu sudah bersih. Tapi harus berkorban waktu," tambahnya.
| Mahasiswa UNG Berjualan Takjil di Kota Gorontalo, Cari Sumber Dana Kegiatan |
|
|---|
| UNG Kembangkan Riset Kulit Jeruk Nipis, Buka Peluang Produk Herbal dan Nutraseutikal |
|
|---|
| Optimistis 2026 Jadi Momentum Emas, UNG Satukan Visi Tingkatkan Prestasi Mahasiswa |
|
|---|
| FK UNG Resmi Buka Prodi Anestesiologi, Rektor: Fokus Hasilkan Dokter Spesialis Kompeten |
|
|---|
| Wamen Diktisaintek Stella Christie Dorong Peneliti UNG Go Global, Soroti Tantangan dan Peluang Riset |
|
|---|