Ide UMKM
Stik Labuqu, dari Keluhan Petani Menjadi Camilan Unik yang Siap Go Global
UMKM Stik Labuqu sebelumnya hanya program Pembinaan Wirausaha Mahasiswa UNG yang diikuti oleh Rahmatiya dan 4 orang tim lainnya.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rahmatiya-Lawajo-pemilik-UMKM-Stik-Labuqu.jpg)
Reporter: Atika Otaha
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Siapa sangka, labu madu yang biasa dijual di pasar tradisional kini disulap menjadi camilan renyah dan lezat bernama Stik Labuqu.
Owner atau pemilik stik Labuqu ini adalah sarjana pertanian Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Rahmatiya Lawajo.
UMKM Stik Labuqu sebelumnya hanya program Pembinaan Wirausaha Mahasiswa UNG yang diikuti oleh Rahmatiya dan 4 orang tim lainnya.
Namun setelah program itu selesai, Rahmatia berinisiatif untuk meneruskan wirausaha tersebut menjadi usaha pribadi.
Rumah produksinya diberi nama Labuqu, yaitu Aneka Olahan Labu Madu Gorontalo oleh IKM Alhidayah.
Ia pun sekarang sudah memiliki 2 rumah produksi di Kecamatan Suwawa Selatan dan Kecamatan Kabila.
Awalnya, Rahmatia terinspirasi untuk membuat stik ini dari keluhan para petani.
Sayuran labu tidak laris dijual karena berhubung sayuran labu belum banyak diketahui oleh masyarakat Gorontalo.
"Saya terinspirasi dari keluhan para petani bahwa labu ini tidak laris dijual, bahkan walaupun hanya diberikan percuma pun tidak ada orang yang mau, karena sayuran ini masih belum diketahui oleh masyarakat Gorontalo," ucap Rahmatiya pada TribunGorontalo.com, Sabtu (27 April 2024).
Stik ini sudah diproduksi sejak tahun 2021. Dalam proses pembuatan, sayuran labu yang digunakan untuk membuat stik harus menggunakan labu madu yang bentuknya lonjong.
Rahmatiya tidak menggunakan labu biasa yang bentuknya bulat, sebab perbedaan kualitas.
Labu yang akan digunakan pun harus disimpan selama 1-2 minggu baru siap untuk diolah.
Cara membuatnya sama seperti pembuatan stik pada umumnya, yaitu dikupas terlebih dahulu, dikukus, dicampurkan dengan mentega, tepung, telur, gula dan bahan baku lainnya.
Proses selanjutnya yaitu dicampur, digiling menggunakan alat gilingan mie, kemudian digoreng lalu dikemas.