Kasus Pelecehan Gorontalo
Aktivis Perempuan Gorontalo Bongkar Akar Masalah Kasus Pelecehan Bisa Merajalela
Sosok aktivis bernama Dela Rahmat itu mengatakan tempat-tempat yang disangka aman kini menimbulkan kekhawatiran
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dela-Rahmat-Aktivis-Perempuan-menanggapi-maraknya-kasus-pelecehan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Aktivis perempuan Gorontalo menyoroti kasus pelecehan seksual yang tengah merajalela di Provinsi Gorontalo.
Sosok aktivis bernama Dela Rahmat itu mengatakan tempat-tempat yang disangka aman kini menimbulkan kekhawatiran bagi perempuan.
"Bahkan di tempat kerja, tempat belajar, hingga tempat ibadah sekalipun bisa jadi tempat untuk para oknum-oknum predator kekerasan dan pelecehan seksual untuk beraksi," kata Dela kepada TribunGorontalo.com, Kamis (25/4/2024).
Warga Gorontalo itu berpendapat penampilan tertutup pun bisa jadi sasaran pelaku kekerasan.
"Lantas yang menjadi kekhawatiran dari diri sendiri lagi, harus bagaimana untuk bisa berlindung dari hal-hal seperti ini?" ucapnya.
Ia sangat menyayangkan pelaku pelecehan di Gorontalo merupakan orang terdekat di lingkungan kerja hingga pendidikan.
Terlebih penyalahgunaan kekuasaan atau belum adanya aturan hukum perlindungan yang kuat dan adil. Sehingga budaya kekerasan dan pelecehan seksual masih banyak didapatkan oleh para korban.
"Tentu selain korban, masyarakat lain pun akan mendapati rasa trauma tersendiri atas kekhawatiran dari kasus seperti ini," jelasnya.
Tak hanya itu, Koordinator Regional Forum Indonesia Muda (FIM) Gorontalo itu juga turut menyoroti kasus pelecehan di tempat ibadah.
Menurutnya tempat ibadah merupakan tempat yang aman untuk perempuan.
"Pada akhirnya tenyata masih didapatkan tentu akan dapat mempengaruhi keyakinan dan kepercayaan seseorang karena rasa kecewa yang mendalam," tutur Dela Rahmat.
Baca juga: Rektor UNU Gorontalo Diduga Lecehkan 15 Orang, Hanya 11 Korban Berani Lapor Polisi
Dela pun mengajak semua pihak supaya memikirkan solusi bagaimana mencegah permasalahan pelecehan seksual di Gorontalo.
Agar para pelaku berhenti dan tidak ada lagi yang berani melakukan tindak kejahatan serupa, tentu perlu ada tindakan yang memberikan komitmen penuh untuk masyarakat.
"Solusi pertama bagi saya karena kasus pelecehan seksual banyak terjadi di lingkungan kerja dan pendidikan, sehingga dalam setiap institusi perlu ada satgas perlindungan yang menjadi badan pengaduan akan adanya kekerasan seksual," ungkapnya.
"Selain itu aturan dan hukuman yang seadil-adilnya untuk setiap pelaku perlu sangat ditegaskan hingga memberikan kejerahan kepada oknum-oknum lain karena kerasan seksual adalah isu serius yang merusak martabat, hak asasi manusia, dan kesejahteraan individu," tambahnya.