Human Interest Story
Ifin Asiku Cerita 24 Tahun Jualan Nasi Kuning Gorontalo
Ifin A Asiku (54), IRT di Gorontalo yang menceritakan kisahnya berjualan nasi kuning.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penjual-nasi-kuning-selama-24-tahun.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ifin A Asiku (54) menceritakan pengalamannya berjualan nasi kuning selama 24 tahun.
Saat suaminya berhenti bekerja dari toko pakaian di Gorontalo, Ifin memutuskan membuka usaha jualan nasi kuning.
"Dulu di sini masih pohon-pohon kelapa, masih sedikit rumah disini," ucap Ifin kepada TribunGorontalo.com, Selasa (23/4/2024).
Saat itu lapak jualan makanan belum begitu menjamur seperti saat ini.
Peluang itulah yang membuat Ifin memutuskan membuka warung makan sederhana, dengan menu utamanya adalah nasi kuning.
Lapak Ifin berasa tak jauh dari traffic light (lampu merah) Andalas, komplek Kantor Cabang BRI, Jalan Selayar, Kecamatan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Lokasinya yang cukup strategis, membuat banyak masyarakat yang singgah sarapan di lapaknya.
Kebanyakan pelanggannya adalah pegawai kantoran hingga aparat kepolisian.
Ia menghabiskan sedikitnya hanya 2-4 liter beras membuat nasi kuning setiap harinya.
"Bahkan baru-baru saya masak 10 liter tetap habis," timpal Ifin.
Ifin mulai jualan pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita sampai nasi kuning habis, biasanya ungkap Ifin, dagangannya sering habis siang hari.
Di bulan ramadhan, Ifin full libur. Katanya bulan puasa adalah waktunya fokus istirahat dan beribadah.
Baca juga: Cerita Aswin Kasim, Warga Gorontalo Terima Sembako dari Jokowi saat Kunjungan di RS Toto Kabila
Lapaknya yang cukup strategis itu, membuat sejumlah tokoh-tokoh besar mencoba menawarnya.
"Tanah ini dulu saya beli Rp 600 ribu, saat ini ada yang mau kontrak selama 10 tahun dengan bayaran Rp 450 juta, saya tidak kasih," terangnya.
Dari hasil jualnya, ia bisa menyekolahkan dua anaknya hingga ke jenjang perguruan tinggi.
Ia konsisten mempertahankan cita rasa nasi kuning buatannya, ditengah gempuran berbagai jenis makanan modern.
"Alhamdulillah, tetap masih dengan rasa dan cara memasak yang sama," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: Klik DISINI