Human Interest Story
Mustofa Berbagi Cerita Jualan Crepes di Kota Gorontalo, Kadang Kena Razia Satpol PP
Mustofa (50) menceritakan perjuangan berjualan crepes di Kota Gorontalo. Pria kelahiran Jawa Barat ini awalnya berjualan crepes keliling
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mustofa-penjual-crepes-di-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Mustofa (50) menceritakan perjuangan berjualan crepes di Kota Gorontalo.
Pria kelahiran Jawa Barat ini awalnya berjualan crepes keliling menggunakan gerobak.
Awalnya Mustofa menganggap masyarakat Gorontalo belum begitu mengenal kudapan berupa crepes.
Mustofa pertama kali menetap di kawasan Sekolah Menengah Atas (SMA) 3 Kota Gorontalo.
Ia juga sering berjualan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Kota Gorontalo, namun Mustofa kini memilih menjajakan crepes di Taman Kota Gorontalo.
"(Berpindah) itu karena dilarang oleh satpol, jadi saya tetap di sini (Taman Kota Gorontalo) sambil kasih tahu pelanggan juga kalau sudah pindah di sini," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (22/04/2024).
Mustofa mengaku sempat bekerja sebagai kuli bangunan. Ia merasa kurang nyaman.
Namun rencana untuk pulang ke kampung halaman terhenti karena ajakan teman untuk menetap lebih lama.
Mustofa akhirnya memutar otak dan menjual crepes di Kota Gorontalo.
"Dulu itu jarang sekali yang jualan crepes," jelasnya.
Selain jualan crepes, Mustofa sempat berjualan burger.
Seiring waktu, krepes buatannya mulai disukai, terutama topping keju, coklat, atau oreo.
Dagangan laris, alat jualan Mustofa hingga sekarang sudah bertambah banyak.
"Dulu itu masih dua kompor, sekarang sudah lima, gerobak juga sudah saya perbesar," terangnya.
Berjualan keliling di Taman Kota Gorontalo, Mustofa dikenakan tarif parkir sebanyak Rp 7 ribu.