Jumat, 6 Maret 2026

Wawancara Eksklusif

FULL Cerita Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo : Sang Deklarator Provinsi Gorontalo

Wawancara eksklusif TribunGorontalo.com dengan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo di Tribun Podcast Seri Ngopi - Ngobrol Sang

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi

Alasan kedua adalah ada keterpanggilan sejarah. Perlu diketahui, saya ini saat pembentukan Provinsi Gorontalo, pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur bersama Alm. David Bobihoe. 

Saat itu pemilihan dilakukan di DPRD, dan dengan mekanisme yang ada saya gugur. Memang waktu itu keinginan saya belum kuat, pertama saya masih muda, dan saya ingin mereka-mereka yang lebih tua itu yang diprioritaskan. 

Paling tidak, setelah terbentuk menjadi provinsi, tugas saya adalah mengawal jalannya pembangunan sesuai, dengan cita-cita awal berdirinya Provinsi Gorontalo. 

Jadi dua itu alasan mengapa saya terjun ke politik, pertama aksi nyata implementasi ilmu dari kampus, dan kedua adalah keterpanggilan sejarah.

AP : Prof, warga Gorontalo menjuluki Anda Sang Deklarator, itu bukan tanpa alasan. Anda tokoh utama pemekaran Provinsi Gorontalo dari Sulawesi Utara.

Bisa Anda ceritakan situasi dan latar belakang Anda dan tokoh lain mendeklarasikan pembentukan provinsi Gorontalo? Apa yang Anda inginkan saat itu?

NP : Pembentukan Provinsi Gorontalo sebenarnya sudah dari sejak lama, bahkan sempat menjadi isu di tahun 1998.

Namun saat itu, hal itu tidak koordinasi dengan baik, dan berakhir begitu saja.

Kemudian pada tahun 2000, terbentuklah Panitia Persiapan Pembentukan Provinsi Gorontalo, saya wakil ketuanya saat itu dan pak Nasir Mooduto sebagai ketua dan ada juga di tingkat nasional.

Namun tetap masih belum terkoordinasi dengan baik, makannya pada moment festival Tumbilotohe, saat itu ketua panitianya adalah pak Suharso Monoarfa.

Festival Tumbilotohe dibuat megah dan meriah, sehingga memantik perhatian tokoh-tokoh Gorontalo yang berada di luar daerah untuk datang.

Momentum itulah yang kemudian saya gunakan untuk menjalin silaturahmi nasional rakyat Gorontalo, nah disitulah disepakati dibentuknya Presidium Nasional Pembentukan Provinsi Gorontalo, dan saya saat itu ditunjuk menjadi ketua.

Struktur itu ada terdiri dari panitia pusat, panitia persiapan dan panitia yang merancang secara total, kita ingin ide berdikari tidak diam ditempat.

Meskipun harus diakui ada banyak hambatan, tapi semangat deklarasi kita saat itu tinggi sekali.

Barulah pada momentum 23 Januari yang merupakan peringatan hari patriotik kemerdekaan Provinsi Gorontalo, itu kami gunakan untuk deklarasi.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved