Wawancara Eksklusif

FULL Cerita Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo : Sang Deklarator Provinsi Gorontalo

Wawancara eksklusif TribunGorontalo.com dengan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo di Tribun Podcast Seri Ngopi - Ngobrol Sang

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Ponge Aldi

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Wawancara eksklusif TribunGorontalo.com dengan Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo di Tribun Podcast Seri Ngopi - Ngobrol Sang Pemimpin di ruang podcast TribunGorontalo pada Senin (22/04/2024)

Diketahui, Nelson Pomalingo tokoh di Gorontalo yang mengusung dan mendeklarasikan terbentuknya Provinsi Gorontalo. 

Sebagian orang mengenalnya hanya sebatas, tokoh publik yang menjabat sebagai Bupati Gorontalo selama dua periode. 

Disisi lain, pria kelahiran Limboto, 24 Desember 1962 itu, tercatat juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Muhammadyah Gorontalo. 

Namun orang banyak yang tak tau bagaimana kisah kecilnya Nelson, kehidupan keluarganya, kisah bagaimana awal mula ide mendeklarasikan pembentukan Provinsi Gorontalo, serta keputusannya menjajalai dunia politik dan meninggalkan zona pendidikan. 

Berikut wawancara eksklusif Nelson Pomalingo (NP) bersama Aldi Ponge (AP) Manager Content TribunGorontalo.com bertajuk 'Cerita sang Deklarator'. 

AP : Prof Nelson, mengawali itu banyak tribunews ingin tahu kegiatan sehari-hari seorang Bupati Gorontalo, bisakah ceritakan apa saja kegiatan rutinitas Anda, setiap hari seorang bupati?

NP : Iyah, jadi setengah hidup saya ini sebelumnya habis di kampus. Saya pernah menjadi rektor Universitas Negeri Gorontalo dan Universitas Muhammadiyah Gorontalo. 

Soal pertanyaan kesibukan jadi bupati yang jelas harus diutamakan, itu prioritas saya dari pagi, bahkan ada yang sampai jam 12 malam kalau saya belum istrahat. 

Suka dukanya, mau itu masalah melahirkan, orang sekolah, bahkan masalah rumah tangga pun mereka laporkan ke bupati, jadi itulah namanya kita sebagai pelayan. 

AP : Prof, Kita tahu kesibukan seorang kepala daerah, banyak harus dikerjakan untuk masyarakat. Bagaimana Prof membagi waktu  antara urusan pemerintah, Akademisi, partai politik dan organisasi sosial yang Anda pimpin? Masih adakah waktu khusus disediakan untuk istri, anak dan cucu?

NP : Iyah benar, selain menjabat sebagai bupati, saya juga menjabat sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia, Ketua Serikat Pekerja Indonesia (SPI), Ketua Persidaga, dan masih banyak lagi, termasuk Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gorontalo. 

Sejak kuliah saya memang telah banyak menggeluti dunia organisasi dan saya juga aktivis. 

Waktu bersama keluarga saya sisihkan di hari Sabtu dan Minggu, kadang di hari-hari kerja, namun kondisional.

Saya juga seminggu sekali pasti singgah di rumahnya mama saya, kalau saya mau ke kota, satu dua jam saya singgah ke beliau dulu.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved