Jokowi di Gorontalo
Abdul Gafur Rela Desak-desakan Demi Cium Tangan Presiden Jokowi di Gorontalo
Ia menceritakan kegembiraannya ketika mengetahui orang nomor satu di Indonesia itu akan mengunjungi RSUD tempatnya melakukan PKL.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Abdul-Gafur-16-seorang-siswa-PKL-di-RSUD-Toto-Kabila-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Abdul Gafur (16), siswa praktik kerja lapangan (PKL) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Toto Kabila Gorontalo, memiliki cerita yang mengharukan terkait kesempatannya bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Abdul yang masih berusia remaja itu, rela mengalami desak-desakan demi mendapatkan kaos dari tangan sang Presiden.
Ia menceritakan kegembiraannya ketika mengetahui orang nomor satu di Indonesia itu akan mengunjungi RSUD tempatnya melakukan PKL.
"Saya sangat antusias dan tidak sabar menunggu kedatangan pak Presiden," kata Abdul dengan senyum cerah.
Baca juga: Ketua DPRD Pohuwato Nasir Giasi Meneteskan Air Mata di Depan Jokowi
Ketika Presiden Jokowi tiba di RSUD Toto Kabila, Abdul berusaha semaksimal mungkin untuk mendekat dan bersalaman dengan sang Presiden.
Namun, banyaknya para pegawai rumah sakit sekaligus petugas Nakes lainnya yang ingin bertemu dengan Presiden, Abdul musti bersaing dengan puluhan orang itu.
"Mau tidak mau harus desak-desakan, yang penting bisa sampai di depan dan bersalaman dengan Presiden," tutur Abdul dengan penuh semangat.
Namun perjuangan Abdul sirna. Sebab, banyaknya orang yang berdesakan untuk mendapatkan momen berswafoto dan berjabat tangan dengan sang Presiden itu.
Karena tak berhasil bersalaman tangan dengan Presiden Ke 6 RI itu, Abdul pun menjauhi kerumunan tersebut. Dengan harapan bisa mendapatkan rezeki nomplok yaitu minimal mendapatkan kaos yang dibagikan oleh Paspampres.
Baca juga: Nelson Pomalingo Habiskan Masa Kecil di Desa dengan Membaca Buku, Pernah Jadi Siswa SD Teladan
"Saat saya sudah menjauhi kerumunan, ternyata Paspampres melempari kaos yang dibagikan presiden," ucap Abdul sambil menunjukkan kaos yang diberikan oleh Presiden.
Rejeki nomploknya Abdul itu datang dengan sendirinya di depan matanya. Kaos yang dilempar oleh Paspampres ternyata jatuh di depan matanya.
"Ini namanya rejeki tidak ke mana. Tiba-tiba jatuh di depan mata saya dan langsung saya ambil, takutnya direbut orang lain," imbuhnya sumringah.
Ia mengakui, kedatangan Presiden Jokowi di Gorontalo merupakan momen bersejarah baginya.
Ia baru bisa melihat secara langsung bagaimana rupawan sang presiden yang akan berakhir masa jabatannya itu.
"Ini sejarah bagi saya. Kapan lagi bisa lihat presiden secara langsung," tutup Abdul. (*)