Harga
Harga Rempah di Pohuwato Gorontalo Mulai Stabil, Cabe Rawit Turun, Bawang Merah Meroket
Harga cabe rawit saat ini berkisar di Rp. 50 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan saat Ramadan lalu yang mencapai Rp. 70 ribu per kilogram
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Penjual-cabai-rawit-di-Pasar-Marisa-Kabupaten-Pohuwato-Sabtu-2042024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Harga rempah-rempah di Pasar Tradisional Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, menunjukkan geliat yang berbeda.
Bagi pecinta pedas, kabar gembira datang dari harga cabe rawit yang mulai turun.
Harga cabe rawit saat ini berkisar di Rp. 50 ribu per kilogram, jauh lebih murah dibandingkan saat Ramadan lalu yang mencapai Rp. 70 ribu per kilogram.
Namun, tidak semua harga rempah mengalami penurunan. Harga bawang merah justru mengalami kenaikan drastis.
Baca juga: Dosen Hukum UNG Komentari Kasus Korupsi Bansos Eks Bupati Hamim Pou
Sebelumnya, bawang merah dijual Rp. 30 ribu per kilogram, sekarang melonjak menjadi Rp. 60 ribu per kilogram.
Irma Syuaib, seorang pedagang rempah-rempah, mengungkapkan penyebab kenaikan harga bawang merah adalah karena kekurangan stok.
Permintaan yang tinggi diiringi pasokan yang terbatas membuat harga bawang merah melambung tinggi.
"Cabe memang turun karena stoknya banyak. Tapi bawang merah, stoknya terbatas," jelas Irma.
Baca juga: Dosen Hukum UNG Komentari Kasus Korupsi Bansos Eks Bupati Hamim Pou
Sementara itu, Neni Tuja, seorang pembeli, menyambut baik penurunan harga cabe rawit.
Menurutnya, harga cabe rawit yang lebih murah membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.
Namun, Neni juga prihatin dengan kenaikan harga bawang merah yang ia sebut "terlalu tinggi."
"Semoga harga bawang merah tidak naik lagi," harap Neni.
(*)