Human Interest Story
Cerita Abdul Kohar, Penjual Pentol Ikan Tuna di Gorontalo
Cerita Abdul Kohar (34) penjual pentol ikan tuna khas Bandung di Gorontalo. Abdul Kohar menceritakan awal datang ke Gorontalo
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Abdul-Kohar-Penjual-Pentol-Ikan-Tuna-di-Gorontalo-fggg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Cerita Abdul Kohar (34) penjual pentol ikan tuna khas Bandung di Gorontalo
Abdul Kohar menceritakan awal datang ke Gorontalo. Temannya menceritakan tingginya penghasilan yang mencapai Rp 400 ribu per hari.
Pria asal Bandung ini pun tertarik merantau dan berjualan pentol ke Gorontalo. Namun, kenyataan yang dihadapi Abdul tidak seindah itu
Dirinya mengaku hanya memperoleh pendapatan sebanyak Rp 30 ribu, jika ramai dapat Rp 150 ribu per hari
"Pendapatan itu di bagi 30 persen, misalnya kita kotornya untung Rp 100 ribu, jadi milik kita itu Rp 30 ribu per hari," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Rabu (17/04/2024).
Abdul menuturkan penjualan pentol saat ini sudah semakin sulit akibat banyaknya saingan yang berjualan makanan sejenis.
"Mungkin sudah ini rezekinya, kalau dipikir lagi kita harus tetap mensyukuri, harus dijalani karena nasi sudah jadi bubur," terangnya.
Sebelumnya, Abdul menetap di Bandung bersama istri dan anak-anaknya.
Dirinya mengaku mempunyai warung yang berada di pinggir pantai.
Akibat merantau, Abdul tidak dapat menjalani Hari Raya Idul Fitri bersama keluarganya.
"Boro-boro untuk pulang ke Jawa, hidup di sini saja ibaratnya pas-pasan," jelasnya.
Istri dan keluarganya diketahui tidak mengikuti Abdul merantau, melainkan tetap menetap di Bandung.
Selama enam bulan menjalani masa perantauan, Abdul bekerja keras agar dirinya dapat pulang kampung dan menjalani kehidupan seperti sebelumnya.
Selain itu, Abdul mengaku dirinya harus melunasi terlebih dahulu hutang transportasinya menuju ke Gorontalo sebelum balik kampung.
"Jadi sebelum ke sini sama bos itu saya dipinjamkan uang transport pesawat, sebelum saya usaha untuk beli tiket lagi, saya harus lunasi dulu utang itu," tuturnya.
| Kisah Haru Rosita Manumbi, 16 Tahun Mengabdi Kini Dipercaya Jadi Kepala SDN 13 Pulubala Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Fatmawaty Mile, Kepsek SD Tibawa Gorontalo Rela 3 Kali Ganti Kendaraan Tiap Hari Demi Murid |
|
|---|
| Sosok Loli Antuke, Marbot Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo |
|
|---|
| Kisah Annisa Tungkagi, Eks Nakes Gorontalo Rintis Kedai Kopi Jalanan |
|
|---|
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|