Hari Ketupat Gorontalo
Warga Keasikan Nonton Balap Perahu saat Hari Ketupat, Pantai Pohon Cinta Macet Sepanjang 1 Kilometer
Pengunjung Pantai Pohon Cinta di Kabupaten Pohuwato membeludak saat perayaan Hari Ketupat 2024 pada Rabu (17/4/2024).
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-kemacetan-di-kawasan-Pohon-Cinta-Kabupaten-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Pengunjung Pantai Pohon Cinta di Kabupaten Pohuwato membeludak saat perayaan Hari Ketupat 2024 pada Rabu (17/4/2024).
Kemacetan sepanjang 1 kilometer pun tak terelakkan.
Adanya balap perahu di lokasi pantai Pohon Cinta membuat jalan dipenuhi kendaraan bermotor.
Para pengendara yang melintasi jalur wisata Pantai Pohon Cinta terjebak di kawasan Pantai Pohon Cinta tersebut.
Noval Santara (23), pengendara sepeda motor, mengaku kesal karena terjebak di lautan massa.
"Kemacetan ini membuat perjalanan saya menjadi sangat lambat dan melelahkan," keluhnya.
Pemerintah Pohuwato melalui Dinas Perhubungan tampak mengatur lalu lintas.
Personel Polres Pohuwato juga berjaga di sepanjang jalur wisata Pohon Cinta.
Baca juga: Meski Tangan Terborgol, Hamim Pou Tersenyum saat Kenakan Rompi Tahanan Kasus Korupsi Bansos
Event balap perahu kembali digelar di Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo resmi dimulai pada Selasa (16/4/2024).
Dikenal dengan nama "Bulili Cup", event ini menarik partisipasi dari 21 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan, kabupaten, bahkan daerah di luar Gorontalo, seperti Lemito, Wonggarasi, Marisa, dan bahkan Makassar.
Balap perahu ini merupakan tradisi yang sudah lama hilang dan kini kembali dihidupkan.
Sebelumnya, acara serupa pernah digelar di daerah Mootilango sekitar 15 tahun yang lalu.
Namun, sekarang, sudah memasuki tahun ketiga berturut-turut event Balap Perahu digelar dengan semangat baru di Desa Bulili.
Persiapan yang dilakukan oleh panitia penyelenggara memakan waktu sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan acara.
Hadiah total senilai Rp 16 juta diperebutkan oleh para peserta.
"Saya bersama teman-teman panitia lainnya telah mempersiapkan kegiatan Bulili Cup Race jilid 3 selama lebih dari satu bulan.
"Kami mendapat dukungan yang luar biasa dari pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat Bulili dalam penyelenggaraan event balap perahu ini," ujar Suharno Ibrahim, Ketua Panitia Bulili Cup.
Tujuan dari kegiatan ini bukan hanya sekedar perlombaan semata, tetapi juga untuk mengembangkan potensi bakat masyarakat lokal dalam mengendarai perahu.
Bulili Cup ini berlangsung selama tiga hari, memberikan kesempatan bagi peserta untuk menampilkan trik-trik terbaik mereka.
PLH Camat Duhiadaa, Ibrahim Kiraman, menyambut baik kegiatan ini dan berharap agar event balap perahu ini menjadi agenda tahunan yang tetap dilaksanakan.
"Event seperti ini perlu dipertahankan dan dijadikan sebagai agenda tahunan dalam rangka mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan potensi pariwisata daerah," ucapnya.
Diharapkan, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah setempat, event Balap Perahu "Bulili Cup" dapat berjalan lancar dan sukses hingga selesai, serta terus menjadi bagian dari tradisi dan budaya lokal yang dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.
"Semoga ini terus berlangsung dan menjadi rutinitas warga dalam dalam perayaan ketupat di Kota Marisa," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: KLIK DISINI
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.