Ketupat Gorontalo 2024

Tak Ada Pacuan Kuda di Lebaran Ketupat Gorontalo 2024, Minim Anggaran jadi Alasan

Namun di tahun ini, kegiatan tersebut tidak dilaksanakan. Dalam keterangannya, Isa menyebut bilamana pihaknya minim anggaran untuk melaksanakan kegiat

|
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tak Ada Pacuan Kuda di Lebaran Ketupat Gorontalo 2024, Minim Anggaran jadi Alasan
TribunGorontalo.com/HerjiantoTangahu
Arena pacuan kuda di Kampung Jawa, Kabupaten Gorontalo. Pagar arena ini tak terbuka, tanda tak ada lomba pacuan kuda pada lebaran Ketupat Gorontalo 2024. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kepala Desa (Kades) Yosonegoro Isa A. Hanafi memberikan penjelasan atas tidak dilaksanakannya pacuan kuda di Kampung Jawa, Desa Yosonegoro, Kabupaten Gorontalo. 

Hal itu ia sampaikan saat selesai menghadiri doa bersama di Masjid Al-Muttaqin, Desa Yosonegoro, Rabu (17/4/2024).

Diketahui pacuan kuda merupakan perlombaan dalam rangka menyemarakkan perayaan ketupat di Kampung Jawa. 

Namun di tahun ini, kegiatan tersebut tidak dilaksanakan. Dalam keterangannya, Isa menyebut bilamana pihaknya minim anggaran untuk melaksanakan kegiatan tersebut. 

Baca juga: 3 Makanan Paling Dicari saat Lebaran Ketupat di Gorontalo

"Kegiatan besar itu, anggarannya juga besar," ujarnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com. 

Harusnya kata Isa, pada saat puasa Ramadan, kepanitiaan di pacuan kuda sudah harus dibentuk. 

Namun karena kendala anggaran, pihaknya tak bisa berbuat banyak. 

"Kami juga tunggu sponsor, namun sampai hari terkahir itu tidak ada," ujarnya. 

Bahkan kata Isa, ia dihubungi oleh Polres Gorontalo untuk pengurusan surat izin pelaksanaan kegiatan. 

Isa pun kemudian menerangkan kendalanya di lapangan. 

Baca juga: Cerita Rahmini Pengrajin Wadah Ketupat di Gorontalo, Kesulitan karena Harga Janur Kuning Naik

Atas masalah itu, Pj Gubernur Gorontalo yang sebelumnya memberikan sambutan berjanji, akan menganggarkan kegiatan pacuan kuda setiap tahunnya, melalui Dinas Pariwisata Provinsi. 

"Pak Gubernur juga sudah janji tadi, semoga ke depan bisa kita laksanakan lagi," tandasnya. 

Isa menyebut kegiatan pacuan kuda biasanya membutuhkan anggaran sebesar Rp 50 juta. 

Pantauan TribunGorontalo.com di tempat pacuan kuda, lokasinya memang sudah terkunci seperti telah lama tidak digunakan. (*) 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved