Human Interest Story
Zuhriyati Deni Cerita Jualan Gula-Gula Soba dari Gorontalo hingga Malaysia
Zuhriyati Deni menceritakan pengalamannya berjualan gula-gula atau permen soba. Wanita 23 tahun ini memulai usaha gula-gula soba sejak 2019.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Usaha-gula-gula-soba-milik-Zuhriyati-sudah-dikenal-hingga-mancanegara.jpg)
Untuk memproduksi gula-gula soba dengan jumlah yang banyak, Zuhriyati mengaku bekerja sama dengan tetangganya.
Sekali produksi, Zuhriyati bisa mencapai 30 kilogram adonan.
"Pemasaran paling banyak itu bisa sampai 1.865 pouch saat itu saat ada pertukaran mahasiswa," jelasnya.
Zuhriyati mengaku gula-gula soba miliknya telah dikirim ke Jakarta, Jawa Barat, Papua, Sumatera, hingga Malaysia.
Saat ini gula-gula soba milik Zuhriyati telah tersedia di lapak Pia Saronde dsn Istana Coklat Gorontalo.
Satu kemasan berisi 120 gram dijual seharga Rp 10 ribu.
Rasa yang ditawarkan mulai original, jahe, durian, juga nangka.
Zuhriyati menyebut omzet bisa mencapai Rp 10 juta per bulan.
"Yang ingin saya capai dari usaha ini adalah memiliki pabrik di beberapa kabupaten dan kota yang ada di Gorontalo dan semoga Fitrah Gemilang dapat dikenal dan dipasarkan lebih banyak lagi," tandasnya.
(TribunGorontalo.com/Andika)