Human Interest Story

Zuhriyati Deni Cerita Jualan Gula-Gula Soba dari Gorontalo hingga Malaysia

Zuhriyati Deni menceritakan pengalamannya berjualan gula-gula atau permen soba. Wanita 23 tahun ini memulai usaha gula-gula soba sejak 2019.

Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
Kolase TribunGorontalo.com
Gula-gula soba buatan Zuhriyati sudah dikenal hingga mancanegara. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Zuhriyati Deni menceritakan pengalamannya berjualan gula-gula atau permen soba.

Wanita 23 tahun ini memulai usaha gula-gula soba sejak 2019.

"Awalnya usaha keluarga jadi saya lanjutkan sejak 2019. Saya masih duduk di bangku kuliah," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (15/04/2024).

Warga Desa Pangadaa, Kecamatan Dungalio Kabupaten Gorontalo ini menamai usahanya Fitrah Gemilang.

Brand Fitrah diambil dari nama panggilannya, sedangkan 'Gemilang' merupakan ucapan doa.

Seperti pada umumnya, Zuhriyati membuat gula-gula soba dari bahan dasar gula aren, santan murni, kacang tanah, dan gula pasir.

Zuhriyati mengaku usaha yang dikembangkannya saat ini mendapat dukungan penuh dari keluarga.

"Malah saya didorong terus semasa kuliah untuk kerja dan buka usaha," jelasnya.

Pada 2006, Zuhriyati bersama keluarga pindah ke Gorontalo.

Orang tuanya mencari usaha dan mendapatkan ide untuk menjual gula-gula.

"Cari usaha apa yang bisa dibuat, jadi coba dulu itu yang masih dikenal dengan gula-gula Pahangga," terangnya.

Zuhriyati menceritakan jika dirinya termotivasi untuk membuat usaha gula-gula soba karena banyak masyarakat di sekitarnya yang membuat camilan tersebut.

Dengan modal Rp 600 ribu dari beasiswa yang didapatkan sejak kuliah, Zuhriyati memberanikan diri memulai usahanya sendiri.

"Sampai bisa ada brand dan standing sampai saat ini," tuturnya.

Saat ini, usaha dari Zuhriyati sudah mendapatkan izin usaha dan halal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved