Ketupat Gorontalo 2024
Permintaan Beras Pulut untuk Lebaran Ketupat Gorontalo 2024 Meningkat, Harga Pun Ikut Naik
"Harga beras pulut sekarang sudah mulai naik dari yang tadinya Rp 19 ribu perliternya sekarang sudah Rp 25 ribu," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1542024_Beras-Pulut-di-Pasar-Tradisional-Tilamuta.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Lonjakan permintaan terjadi pada komoditas Beras ketan atau Beras pulut (Oryza sativa var. glutinosa) jelang perayaan Lebaran Ketupat Gorontalol 2024.
Harga Beras Pulut di Pasar Tradisional Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, senin (15/4/2024) terpantaun naik drastis.
Hal ini dibenarkan oleh Rahman Labuga salah satu penjual beras pulut di Pasar Tradisional Tilamuta.
"Harga beras pulut sekarang sudah mulai naik dari yang tadinya Rp 19 ribu perliternya sekarang sudah Rp 25 ribu," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (15/4/2024).
Baca juga: Soal Laporan Kasus Penggelapan Zakat Fitrah, Takmir Masjid: Seminggu Lebih Kami Menunggu Kejelasan
Ia juga menambahkan, beras pulut yang dijual merupakan beras impor.
"Beras pulut ini adalah beras impor dari Vietnam jadi harganya juga mahal," tambahnya.
Kata Rahman, Beras pulut lokal biasanya sudah tercampur dengan beras biasa.
"Stok beras pulut lokal ada banyak, tapi semuanya sudah tercampur dengan beras biasa, siapa yang mau membeli beras seperti itu," ucapnya.
Adapula tanggapan dari Nur Hudayah yang juga merupakan penjual beras di Pasar Tradisional Tilamuta.
"Semua beras yang di jual di pasar merupakan beras impor dan harganya Rp 620 ribu untuk ukuran 25 kilogram," ungkapnya.
Nur menambahkan, harga ini selalu naik tiap bulannya, apalagi mendekati hari raya ketupat.
"Dekat hari raya ketupat seperti ini, beras pulut naik, karena sudah jadi komuditi utama para pembeli di pasaran," tambahnya.
Baca juga: Balap Perahu Meriahkan Desa Pentadu Barat Boalemo, Digelar 3 Hari
Selain itu, adapula tanggapan dari Ari Akase salah satu pembeli beras pulut.
"Saya ke pasar untuk mencari beras pulut untuk di jadikan ketupat, burasa, dan juga lemper," ungkapnya.
"Harganya yang naik sangat menyulitkan bagi kami yang ingin masak besar untuk perayaan lebaran ketupat," lanjutnya.
Ari menambahkan, setidaknya ada beras pulut yang terjangkau harganya.
"Semua orang pasti ingin memeriahkan hari raya ketupat, jadi setidaknya ada beras pulut yang murah dijual di pasaran," tutupnya. (*)