Penggelapan Zakat Fitrah
Soal Laporan Kasus Penggelapan Zakat Fitrah, Takmir Masjid: Seminggu Lebih Kami Menunggu Kejelasan
Menurut Rasyid Manto, Ketua Takmir Masjid Ar-Rabbiyah, pihaknya sudah memberikan pengembalian zakat fitrah yang digunakan pelaku.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Zakat-fitrah-dipakai-judi-online.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Takmirul Masjid Ar-Rabbiyah membeberkan alasan melayangkan laporan resmi ke Polres Boalemo.
Menurut Rasyid Manto, Ketua Takmir Masjid Ar-Rabbiyah, pihaknya sudah memberikan pengembalian zakat fitrah yang digunakan pelaku.
"Sudah ada seminggu lebih kami menunggu kejelasan tapi belum ada juga pengembalian uang," ungkap Rasyid kepada TribunGorontalo.com, Senin (15/4/2024).
"Jadi kami segera melaporkan biar nanti pihak berwajib yang mengurusnya," jelasnya.
Rasyid menambahkan, nantinya Takmirul Masjid akan bermusyawarah dengan masyarakat mengenai penyaluran zakat kembali.
"Nantinya kami Takmir akan melakukan musyawarah dengan masyarakat mengenai penyaluran zakat Fitrah," ucapnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus Penggelapan Zakat Fitrah Dilaporkan ke Polres Boalemo Gorontalo
Masyarakat Menuntut Keadilan
Masyarakat Desa Limbato, Boalemo, dibuat geram dengan ulah oknum aparat desa yang menyalahgunakan zakat fitrah untuk judi online.
Uang zakat fitrah senilai Rp 13,8 juta tersebut diketahui digunakan untuk bertaruh di platform judi online.
Salah satu warga, Ewin Lauha, mengungkapkan rasa kecewa dan prihatinnya atas kejadian ini.
"Sangat disayangkan, zakat yang seharusnya membantu masyarakat yang membutuhkan malah dipakai untuk kepentingan pribadi," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (15/4/2024).
Ewin berharap kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih menjaga amanah dan tanggung jawab.
Warga lainnya, Abdullah, juga merasa kebingungan dengan situasi ini.
"Saya dan keluarga bingung, uang zakat yang sudah kami berikan seharusnya dinikmati oleh mereka yang membutuhkan," tuturnya.
"Walaupun sudah lama, setidaknya ada yang bertanggung jawab untuk menukar uang zakat tersebut. Kasihan warga yang memang membutuhkan zakat itu," lanjutnya.