Kabar dari Pohuwato
Harga Beras di Pohuwato Kembali Normal, Masyarakat Senang Terutama jelang Ketupat Gorontalo 2024
Hal ini tentu membawa kelegaan bagi para pembeli, terutama menjelang perayaan Idul Fitri dan Lebaran Ketupat yang sebentar lagi tiba.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pedagang-beras-di-Pasar-Tradisional-Marisa-Kabupaten-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato - Harga beras di pasar tradisional Marisa mulai menunjukkan tren penurunan dan kembali normal dalam beberapa pekan terakhir.
Hal ini tentu membawa kelegaan bagi para pembeli, terutama menjelang perayaan Idul Fitri dan Lebaran Ketupat yang sebentar lagi tiba.
Menurut Asni Ishak, salah satu pedagang di Pasar Marisa, harga beras lokal jenis Paguyaman mengalami penurunan yang signifikan.
Beras Paguyaman per Senin (15/4/2024), kini dijual dengan harga Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per liter, jauh lebih murah dibandingkan dengan harga saat Ramadan dan Lebaran Idul Fitri yang lalu.
Sementara itu, harga beras non-lokal seperti beras Makassar dan Jesica juga mulai turun dan kembali ke harga normal, yaitu berkisar antara Rp13 ribu hingga Rp14 ribu per liter.
Penurunan harga beras ini disambut baik oleh para pembeli, seperti Miska Lasalutu.
Miska mengungkapkan bahwa dengan harga beras yang normal, dia dapat lebih mudah dalam merencanakan belanja kebutuhan pokok, termasuk beras dan bahan makanan lainnya.
"Turunnya harga beras membuat saya semakin mudah untuk membeli kebutuhan bahan pokok lainnya.
Selain itu, hal ini juga membantu saya dalam mengatur keuangan keluarga, terutama setelah Lebaran," ungkap Miska.
Miska berharap harga beras dan kebutuhan pokok lainnya, seperti rempah-rempah, tidak mengalami kenaikan lagi, terlebih menjelang perayaan Lebaran Ketupat. (*)