Selasa, 10 Maret 2026

Pemkot Gorontalo

BREAKING NEWS Pemkot Gorontalo Gelar Adat Tonggeyamo Penentuan Hari Raya Idul Fitri

Tradisi adat tonggeyamo merupakan sebuah kebiasaan dari masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan secara musyawarah saat penentuan awal lebaran Idul Fitr

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Ponge Aldi
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS Pemkot Gorontalo Gelar Adat Tonggeyamo Penentuan Hari Raya Idul Fitri
Humas Pemkot Gorontalo
Prosesi saat awal Prosesi Tonggeyamo awal Ramadan 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo akan menggelar adat Tonggeyamo untuk penentuan 1 Syawal

Tradisi adat tonggeyamo merupakan sebuah kebiasaan dari masyarakat Gorontalo yang dilaksanakan secara musyawarah saat penentuan awal lebaran Idul Fitri dan akhir dari Ramadan.

Rapat Tonggeyamo untuk penentuan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri 1445 H, direncanakan akan digelar di Rumah Dinas (Rudis) Wali Kota Gorontalo, Selasa (09/04/2024) pukul 19.00 Wita

Adat Tonggeyamo akan dihadiri langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid.

Acara yang terdapat pada jadwal agenda dari Wali Kota itu kemungkinan besar akan menghadirkan para pemuka agama, tokoh adat, dan pemimpin setempat.

Dalam menggelar tradisi adat Tonggeyamo, sejumlah prosesi akan digelar untuk menanti Menteri Agama untuk memberikan pengumuman mengenai penetapan 1 Syawal, 1445 H.

Para pemangku adat (baate) akan meminta tanggapan dari tamu undangan mengenai pergerakan bulan yang telah mereka amati.

Tonggeyamo dimaksudkan sebagai pemberitahuan resmi lembaga adat dan pemerintah daerah kepada umat Islam mengenai Hari Raya Idul Fitri.

Biasanya mengacu pada hasil sidang isbat oleh Kementerian Agama RI.

Saat ini sembari menunggu keputusan dari pemerintah melalui hasil sidang isbat, pemerintah Kota Gorontalo akan melakukan adat Tonggeyamo terlebih dahulu.

Tonggeyamo

Tradisi Tonggeyamo telah berusia cukup tua. Hal tersebut karena prosesi ini sering digunakan oleh para kerajaan jaman dahulu untuk penentuan 1 Syawal.

Prosesi dari Tonggeyamo diyakini tidak berbeda jauh dengan sidang isbat yang sering digelar oleh pemerintah Indonesia.

Biasanya pelaksanaan Tonggeyamo dilaksanakan di Rudis atau rumah adat.

Kata Tonggeyamo diketahui berasal dari bahasa setempat yang artinya menyaksikan atau mengamati.

Hal ini karena Pada dasarnya adalah musyawarah terhadap pengamatan bulan yang telah disaksikan atau diamati.

Tradisi ini juga lekat dengan simbol persatuan dari masyarakat Gorontalo.

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved