Jelang Lebaran Idulfitri, Harga Bawang, Cabai, dan Tomat Melonjak Tinggi di Gorontalo

Saat ini, harga cabai rawit mencapai Rp 70 ribu per kilogram, tomat naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram, dan bawang merah dan bawang putih di angka R

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/HerjiantoTangahu
Penjual bawang, rica, dan tomat di pasar Kabupaten Gorontalo, Senin (08/4/2024). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Jelang Hari Raya Idulfitri, harga bahan pokok di Gorontalo mengalami kenaikan.

Berbeda dengan beras yang turun harga, bawang merah, cabai rawit, dan tomat (barito) justru mengalami kenaikan signifikan.

Dandi, salah satu pedagang di Gorontalo, mengatakan bahwa harga barito sudah naik hampir dua kali lipat.

"Kenaikan hampir dua kali lipat," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (08/4/2024). 

Baca juga: Jelang Lebaran Idulfitri, Harga Cabai di Gorontalo Melonjak!

Saat ini, harga cabai rawit mencapai Rp 70 ribu per kilogram, tomat naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram, dan bawang merah dan bawang putih di angka Rp 40 ribu per kilogram.

Dandi menjelaskan bahwa kenaikan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti permintaan pasar yang tinggi dan pasokan yang terbatas.

"Seperti rica (cabe rawit), ini saya suplay langsung dari Bongomeme," terangnya.

Dandi menambahkan bahwa dia tetap berdagang bersama ibunya meskipun cuti jelang Idul Fitri.

"Yang libur itu pejabat bukan kita-kita yang pedagang," tutupnya.

Baca juga: Harga Daging Ayam di Kabupaten Gorontalo Tetap Stabil di Hari ke-28 Ramadan

Dampak Kenaikan Harga Barito

Kenaikan harga barito ini tentu saja membuat masyarakat Gorontalo mengeluh.

"Harga barito naik semua, jadi belanja jadi lebih mahal," kata Nita, seorang pembeli.

Nita berharap agar pemerintah dapat segera turun tangan untuk menstabilkan harga bahan pokok.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah melakukan beberapa langkah untuk mengatasi kenaikan harga bahan pokok, seperti operasi pasar dan pemberian subsidi kepada pedagang.

Namun, langkah-langkah tersebut tampaknya belum cukup untuk menstabilkan harga bahan pokok. (*) 
 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved