Kamis, 12 Maret 2026

Tumbilotohe Gorontalo

Bawah Laut Pantai Desa Botubarani Gorontalo Akan Diterangi Tumbilotohe Minggu Besok

Bekerjasama dengan Pangakalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo, Komunitas Wawahea mulai memasang lampu senter berwarna di dalam air.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Bawah Laut Pantai Desa Botubarani Gorontalo Akan Diterangi Tumbilotohe Minggu Besok
Komunitas Wawahea/TribunGorontalo.com
Tradisi Tumbilotohe 2024 di bawah laut Pantai Botubarani Kabupaten Bone Bolango 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Komunitas Wawahea Gorontalo membuat lampu tumbilotohe di bawah laut.

Bekerjasama dengan Pangakalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo, Komunitas Wawahea mulai memasang lampu senter berwarna di dalam air.

Menurut penjelasan Anggota Komunitas Wawahea Gorontalo, Dian Novian, pelaksanaan Tumbilotohe underwater itu dimulai pada Minggu (7/4/2024) besok malam.

30 lampu senter itu dihiasi baliho bertuliskan Tumbilotohe Underwater 2024.

"Untuk lampunya itu kami gunakan dengan media senter berwarna sebanyak 30 buah," jelas Dian saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com melalui telepon, Sabtu (6/4/2024) malam.

Dian menjelaskan tujuan kegiatan untuk melestarikan tradisi Tumbilotohe Gorontalo atau malam pasang lampu dengan cara yang berbeda.

Bedanya, tradisi Tumbilotohe dinyalakan melalui media botol lampu bekas yang dipasang di bambu ataupun kayu.

"Itu bedanya. Kami melestarikan Tumbilotohe dengan cara lain, yaitu menyalakan lampu di bawah air laut," ungkapnya.

Sementara untuk pemasangan lampunya direncanakan dipasang di kawasan wisata Hiu Paus Botubarani.

Baca juga: Batok Kelapa dan Pepaya jadi Wadah Tumbilotohe di Pohuwato Gorontalo

Sebelumnya pemasangan lampu yang diinisiasi oleh komunitas tersebut menggunakan light stik. Namun karena mereka terkendala biaya, mereka menggunakan lampu senter.

Meski begitu, keindahan karang laut di kawasan wisata hiu paus Botubarani itu, dipastikan akan terlihat ciamik pada perayaan Tumbilotohe 2024.

Sekadar informasi, tradisi Tumbilotohe di Gorontalo konon telah berlangsung sejak abad 15.

Dahulu, masyarakat menggunakan wamuta (sejenis seludang), tohetutu (damar), dan padamala (wadah dari kima, kerang, atau pepaya) sebagai penerangan.

Seiring waktu, tradisi ini berkembang dengan penggunaan minyak tanah dan kini lampu listrik.

Tradisi ini bukan sekadar hiasan, tetapi memiliki makna religius dan sosial. Tumbilotohe mencerminkan rasa syukur atas datangnya bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri.

Cahaya yang terang benderang melambangkan kemenangan iman dan harapan baru.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pj Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya Nyalakan Lampu Pertama Tumbilotohe

Malam Tumbilotohe menjadi malam paling ramai di Gorontalo. Ribuan lampu hias dipasang di berbagai sudut kota, diiringi lantunan pantun dan atraksi budaya.

Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat. Biasanya digelar tiga hari sebelum lebaran Idulfitri.

Keunikan Tumbilotohe terletak pada penggunaan lentera tradisional yang dihiasi janur kuning dan dihiasi dengan pisang sebagai lambang kesejahteraan dan tebu sebagai lambang keramahan.

Formasi lentera yang indah dan atraksi budaya seperti meriam bambu dan festival bedug menambah semaraknya tradisi ini.

Tumbilotohe merupakan tradisi unik yang tidak dijumpai di daerah lain di Indonesia. Tradisi ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Walaupun tradisi serupa dengan nama berbeda terdapat di daerah tetangga Gorontalo seperti Maninjulo Lambu di Bolmut dan Sumpilo Soga di Bolsel, Tumbilotohe di Gorontalo memiliki keunikan dan kemeriahan yang berbeda.

Tradisi ini menjadi ikon budaya Gorontalo yang patut dilestarikan dan dipromosikan.

 

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Ikuti saluran Tribun Gorontalo di WhatsApp: KLIK DISINI

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved