Senin, 9 Maret 2026

Tumbilotohe Gorontalo

Batok Kelapa dan Pepaya jadi Wadah Tumbilotohe di Pohuwato Gorontalo

Pada Sabtu (06/04/2024) malam ini, festival ini akan menampilkan konsep Green Tumbilotohe yang ramah lingkungan.

Tayang:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Batok Kelapa dan Pepaya jadi Wadah Tumbilotohe di Pohuwato Gorontalo
TribunGorontalo.com/Rahman Halid
Batok kelapa jadi wadah Tumbilotohe di Pohuwato, Sabtu (06/4/2024) 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Festival Tumbilotohe yang biasanya identik dengan lampu botol minyak kini hadir dengan wajah baru di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Pada Sabtu (06/04/2024) malam ini, festival ini akan menampilkan konsep Green Tumbilotohe yang ramah lingkungan.

Tahun ini, festival Tumbilotohe di Marisa Utara akan menggunakan batok kelapa dan buah pepaya sebagai sumber penerangan.

Konsep ini diusung untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan menghemat biaya.

Baca juga: Persiapan Malam Pasang Lampu di Bolango Riverside, Ada Terowongan Cahaya Tumbilotohe Menanti

Ketua Panitia Festival Tumbilotohe, Taupik Lasante (25), mengungkapkan antusiasmenya terhadap konsep Green Tumbilotohe.

"Kami ingin menghadirkan festival yang berbeda dan ramah lingkungan. Penggunaan batok kelapa dan pepaya sebagai sumber penerangan menjadi daya tarik baru," ujar Taupik.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Diparpora) Kabupaten Pohuwato, Rusmiyati Pakaya, juga menyambut positif konsep ini.

Menurutnya, Green Tumbilotohe tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga melestarikan budaya leluhur Gorontalo.

"Dulu, sebelum ada lampu botol minyak, leluhur Gorontalo menggunakan batok kelapa dan pepaya untuk penerangan. Green Tumbilotohe memperkenalkan kembali warisan budaya ini kepada masyarakat," papar Rusmiyati.

Rusmiyati menambahkan bahwa Green Tumbilotohe menjadi hiburan baru bagi masyarakat dan sekaligus melestarikan lingkungan.

Baca juga: Alikusu Tumbilotohe Didirikan di Rujab Gubernur, Tanda Perayaan Segera Dimulai

"Ini adalah inovasi yang positif dan patut diapresiasi. Selain menghibur, festival ini mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan," tutupnya.

Festival Tumbilotohe dengan konsep Green Tumbilotohe di Marisa Utara ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Gorontalo untuk menghadirkan tradisi yang ramah lingkungan dan melestarikan budaya leluhur.

Apa itu Tumbilotohe?

Tradisi Tumbilotohe di Gorontalo konon telah berlangsung sejak abad 15. Dahulu, masyarakat menggunakan wamuta (sejenis seludang), tohetutu (damar), dan padamala (wadah dari kima, kerang, atau pepaya) sebagai penerangan.

Seiring waktu, tradisi ini berkembang dengan penggunaan minyak tanah dan kini lampu listrik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved