Tumbilotohe
Warga Kabupaten Gorontalo Mulai Pasang Alikusu Persiapan Malam Tumbilotohe
Warga Kabupaten Gorontalo siap sambut malam Tumbilotohe (pasang lampu) dengan pembuatan Alikusu (gerbang lampu botol).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Azis-Nuu-tengah-memasang-alikusu-di-depan-Kantor-Camat-Telaga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Kabupaten Gorontalo mulai memasang Alikusu (gerbang lampu botol) untuk persiapan malam tumbilotohe.
Tumbilotohe bermakna pasang lampu. Tumbilotohe bagian dari tradisi Gorontalo yang masih dilestarikan dari masa ke masa.
Pada malam ke-27 ramadan, warga beramai-ramai memasang alikusu di depan rumahnya masing-masing.
Alikusu itu menjadi tempat diletakkannya sejumlah lampu botol.
Ajiz Nu'u, warga Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo, tengah mendekorasi alikusu di depan Kantor Camat Telaga, Minggu (31/3/2024).
"Ini alikusu dibuat memang untuk acara malam pasang lampu," ujarnya.
Alikusu itu akan digunakan terlebih dahulu untuk adat mopolo'opu.
"Nanti kalau sudah kering daunnya, bisa diganti lagi," tambahnya.
Ajiz menuturkan, perayaan tumbilotohe di Kabupaten Gorontalo setiap tahunnya pasti digelar.
Baca juga: Ribuan Lampu Botol Minyak Siap Terangi Pohuwato saat Tumbilotohe Gorontalo
"Kalau tahun ini dipusatkan di Isimu SelatanKecamatan Tibawa," ungkapnya.
Selain Isimu Selatan, tumbilotohe juga dilaksanakan serentak di Kecamatan Telaga.
"Kalau mau menikmati nuansa pasang lampu, jangan lihat di Jalan trans, harus masuk ke lorong-lorong desa, itu pasti ramai. Sebaliknya kalau cuma di sini (jalan protokol) sudah pasti tidak ramai," beber Ajiz.