Tumbilotohe Gorontalo
1.000 Liter Minyak Tanah Disiapkan untuk Tradisi Tumbilotohe Gorontalo di Pohuwato
Tahun ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindagkop) Pohuwato menyiapkan 1000 liter minyak tanah dan 1000 lampu botol bekas untuk memeriahkan
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pemerintah-Pohuwato-seriusi-perayaan-Tumbilotohe-Gorontalo-pada-Ramadan-1445-H-kali-ini.jpg)
Tradisi ini menjadi ajang silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat. Biasanya digelar tiga hari sebelum lebaran Idulfitri.
Keunikan Tumbilotohe terletak pada penggunaan lentera tradisional yang dihiasi janur kuning dan dihiasi dengan pisang sebagai lambang kesejahteraan dan tebu sebagai lambang keramahan.
Formasi lentera yang indah dan atraksi budaya seperti meriam bambu dan festival bedug menambah semaraknya tradisi ini.
Tumbilotohe merupakan tradisi unik yang tidak dijumpai di daerah lain di Indonesia. Tradisi ini memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
Walaupun tradisi serupa dengan nama berbeda terdapat di daerah tetangga Gorontalo seperti Maninjulo Lambu di Bolmut dan Sumpilo Soga di Bolsel, Tumbilotohe di Gorontalo memiliki keunikan dan kemeriahan yang berbeda.
Tradisi ini menjadi ikon budaya Gorontalo yang patut dilestarikan dan dipromosikan.(*)