Berita Pohuwato

Pasar Senggol Pohuwato Mulai Ramai Dikunjungi Warga

Pasar Senggol di Lapangan Hijau Marisa, Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo mulai ramai didatangi warga.

Penulis: Rahman Halid | Editor: Ponge Aldi
TRIBUNGORONTALO/RAHMAN HALID
Pasar Senggol di Lapangan Hijau Marisa, Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo mulai ramai didatangi warga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO- Pasar Senggol di Lapangan Hijau Marisa, Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo mulai ramai didatangi warga.

Pasar senggol ini resmi dibuka sejak Selasa (26/03/2024) dan telah menarik banyak pedagang lokal maupun luar Pohuwato untuk berjualan.

Saat ini terdapat 20 pedagang pakaian yang ikut serta berjualan untuk meramaikan pasar senggol di Kabupaten Pohuwato.

Sejumlah pedagang menawarkan berbagai macam jenis pakaian santai dan baju muslim yang bisa dipakai pada saat lebaran Idulfitri.

Irman Katili (47) Pedagang, menyambut baik kehadiran pasar senggol ini.

Menurutnya, pasar senggol memberikan kesempatan bagi para pedagang lokal untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada konsumen.

"Ikut serta dalam pasar senggol ini memberikan peluang bagi kami para pedagang untuk meningkatkan penjualan. Kami juga senang bisa berkomunikasi langsung dengan para pembeli," ujarnya.

Dia yakin semua barang yang dijualanya bisa ludes dibeli warga Pohuwato sebelum lebaran.

"Warga Pohuwato sangat antusias dengan hadirnya pasar senggol Pohuwato, saya yakin barang yang dijual pasti habis. Dan ini salah satu berkah Ramadan yang saya yakini," pungkasnya.

 Ketua Panitia penyelenggaraan Pasar Senggol Pohuwato, Rahmat Amadi (39) mengungkapkan bahwa pasar senggol tidak hanya sebagai tempat berbelanja saat Ramadan yang penuh berkah.

Tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat tali silaturahmi antara pedagang lokal dan luar Pohuwato, bahkan dengan masyarakat Pohuwato.

"Pedagang yang datang bukan hanya dari pohuwato tapi ada juga dari luar Pohuwato. Sehingga itu maksud saya, bisa mendekatkan antara pedagang lokal dan dari luar Pohuwato," pungkasnya.

Pasar senggol juga dapat menambah penghasilan dari pedangan kecil dan UMKM di Pohuwato yang susah mendapatkan pembeli.

"UMKM dan pedagang kecil saya rasa sedikit banyak mendapatkan manfaatnya. Selain tempatnya sudah tersedia, pembelinya juga pasti akan ada," tutupnya.

Pasar Malam Marisa Kosongkan Permainan Semi Perjudian

Pasar Malam di Kabupaten Pohuwato 9999
Pasar Malam di Kabupaten Pohuwato kini mengambil langkah tegas dengan menghapuskan segala bentuk permainan semi judi, seperti panahan, lempar bola, lempar dadu, kaleng botol dan permainan lainnya.

Pasar Malam di Kabupaten Pohuwato kini mengambil langkah tegas dengan menghapuskan segala bentuk permainan semi judi, seperti panahan, lempar bola, lempar dadu, kaleng botol dan permainan lainnya.

Keputusan ini diambil untuk memastikan acara pasar malam yang diselenggarakan tetap menghormati bulan Ramadan yang saat ini dijalankan oleh setiap umat muslim di Kabupaten Pohuwato.

Disamping juga, menghilangkan kebiasaan semi perjudian yang biasanya dilakukan warga di setiap pasar malam yang diselenggarakan di Kota dan Kabupaten di Gorontalo.

Diketahui Pasar malam atau hoya yang sementara berjalan di Kabupaten Pohuwato, akan berlangsung selama satu bulan penuh, sejak dibuka Sabtu 16 Maret 2024.

Terpantau, lokasi di pasar malam Marisa yang biasa dijadikan permaianan semi perjudian oleh pengunjung pasar malam dijaga ketat oleh anggota TNI/Polri.

Kepala Penanggung Jawab Pasar Malam Marisa Indah Lasantu (36), menyatakan, langkah untuk menghilangkan permainan semi judi adalah bagian dari komitmen untuk menciptakan suasana yang bersih dan nyaman bagi pengunjung.

"Berkunjung dan menikamati wahan permainan dipasar malam tidak masalah. Hanya saja wahana yang mendekati perjudian atau untung dan rugi ditiadakan di pasar malam atau Hoya di Pohuwato," ujarnya.

Untuk menanggulangi itu, lanjut Indah, permainan yang semula menjadi bagian dari daya tarik pasar malam, seperti panahan dan lempar bola, kini digantikan dengan berbagai permainan lain yang lebih bersifat hiburan, seperti permainan anak-anak, lomba mewarnai dan panggung rakyat.

"Kami gantikan dengan wahana yang lebih banyak lagi. Tujuannya satu, warga Pohuwato bisa terhibur sekaligus bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan penuh berkah," paparnya.

Penggunjung pasar malam, Fidya Monoarfa (25), menyampaikan tanggapannya terkait kosongnya permainan semi perjudian di pasar malam Marisa.

"Saya merasa senang bahwa pasar malam masih dapat menjadi tempat berkumpul keluarga tanpa harus khawatir dengan adanya perjudian. Anak-anak bisa bermain dengan aman dan Ibadah di bulan Ramadan bisa terjaga baik," tutupnya. (*) 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved