Minggu, 22 Maret 2026

Takjil Masjid Agung Gorontalo

Soal Takjil Buka Puasa di Masjid Agung Baiturahim Kota Gorontalo, Takmir Mengaku Nombok

Sebelumnya, seorang warga Gorontalo dengan akun RP di media sosial membagikan pengalamannya saat berbuka puasa di masjid tersebut.

Tayang:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Soal Takjil Buka Puasa di Masjid Agung Baiturahim Kota Gorontalo, Takmir Mengaku Nombok
TribunGorontalo.com/AndikaMachmud
Takmir Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, Romi Bakir saat ditemui TribunGorontalo.com. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Takmir Masjid Agung Baiturrahim Kota Gorontalo, Romi Bakir, harus rela tombok demi menyediakan buka puasa bagi para jamaah.

Hal ini terjadi karena beberapa pihak yang terjadwal untuk memberikan buka puasa tidak menepati.

Sebelumnya, seorang warga Gorontalo dengan akun RP di media sosial membagikan pengalamannya saat berbuka puasa di masjid tersebut.

RP merasa menu yang disediakan tidak sebanding dengan nama-nama besar donatur buka puasa.

Karena itu Romi menjelaskan, bahwa pada hari-hari tertentu memang tidak ada pihak yang memberikan buka puasa.

"Di jadwal ada 15 orang sponsor, tapi sampai detik berbuka tidak ada satupun yang memberikan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (25/3/2024).

Agar para jamaah tetap bisa berbuka puasa di masjid, Romi dan pengurus masjid lainnya harus mencari solusi.

"Kita harus putar otak untuk beli kue," terangnya.

Meskipun demikian, nama-nama yang terjadwal tetap dibacakan sebagai pengingat.

Hal inilah yang kemudian membuat beberapa jamaah kecewa karena menu yang disajikan tidak sesuai ekspektasi.

"Kalau kita tidak berpikir, mungkin hanya air putih yang ada di situ," kata Romi.

Romi berencana untuk memberikan klarifikasi kepada para jamaah secara langsung untuk menjaga nama baik pengurus dan masjid.

"Mereka tidak tahu kondisinya, secara logika tidak mungkin hanya makanan seperti itu," tutup Romi.

Postingan Viral

Sebelumnya, sebuah unggahan facebook viral di Gorontalo. Ditulis oleh akun berinisial RP.

Unggahan berupa dua foto itu disertai caption yang maksudnya cukup tersirat.

Saat diakses, unggahan itu sepertinya diunggah Senin pagi (25/3/2024).

Berisi curhatan RP terkait menu takjil di masjid tersebut. 

Memang, RP tidak menyebutkan di mana menu takjil tersebut.

Namun jika dilihat foto-foto yang ia bagikan, ia sepertinya sedang berada di Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo, jl Nani Wartabone, Limba B, Kota Selatan, Kota Gorontalo.

Unggahan RP menarik banyak komentar hingga dibagikan oleh nyaris 300-an pengguna facebook lainnya. 

RP dalam unggahannya seperti menyindir pengurus masjid dengan hanya menyajikan menu takjil sederhana.

Sebetulnya RP tak masalah berbuka dengan menu takjil apapun, baik kualitas maupun jumlahnya.

Hanya saja, ia merasa menu takjil itu tidak sesuai dengan ekspektasinya, terutama karena disponsori 20-an orang. 

"fto [foto] takjil buka puasa ini nampak biasa sj... Nabi saja hanya berbuka dgn [dengan] dua atau tiga buah kurma..." tulis RP dalam takarir (caption) unggahannya. 

Tetapi yang membuat ia heran, menu takjil yang disantapnya itu merupakan sumbangan dari 15 orang pejabat di berbagai instansi. 

Bahkan, juga hasil sumbangan dari lima orang pengusaha yang sebetulnya tidak masuk dalam list penyumbang puasa sore itu. 

"Kenapa saya tau karena takmirul masjid membacakan nama-nama [penyumbang] sebelum buka puasa," ungkap RP. 

Masalahnya, dari lima pengusaha itu dikenal betul oleh RP. Mereka katanya merupakan orang-orang dermawan yang suka berbagi. 

Namun, ketika dinikmati, takjil buka puasa itu teksturnya agak keras.

Apalagi, jumlahnya hanya dua biji dengan satu gelas air mineral, sehingga tidak sesuai dengan ekpektasi. 

"Saya datang ke masjid ini bersama keluarga. Ingin memperlihatkan suasana buka puasa di masjid besar kebanggaan masyarakat kota gtlo [Gorontalo]," tulis RP. 

Pada akhir takarirnya, RP mengungkapkan keherananya dengan menu takjil yang disajikan oleh takmir masjid Agung Baiturahman Gorontalo tersebut. 

Kendati disponsori oleh 20 orang, termasuk pejabat dan pengusa, namun sangat berbeda kualitasnya dengan masjid-masjid di kawasan perumahan. 

"Cuma saya heran dengan menu buka puasa yang disponsori lebih dari 20 orang ini. Sangat jauh berbeda dengan masjid lain bahkan sekelas masjid di perumahan tidak seperti ini," tutup RP dalam takarirnya. 
 
Saat diakses TribunGorontalo.com Selasa pagi (26/3/2024), unggahan RP ini sudah dikomentari oleh 592 pengguna facebook dan 587 kali dibagikan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved