Takjil Masjid Agung Gorontalo
Soal Takjil Buka Puasa di Masjid Agung Baiturahim Kota Gorontalo, Takmir Mengaku Nombok
Sebelumnya, seorang warga Gorontalo dengan akun RP di media sosial membagikan pengalamannya saat berbuka puasa di masjid tersebut.
Penulis: Andika Machmud | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Takmir-Masjid-Agung-Baiturrahim-Kota-Gorontalo-Romi-Bakir-saat-ditemui-TribunGorontalocom.jpg)
Unggahan berupa dua foto itu disertai caption yang maksudnya cukup tersirat.
Saat diakses, unggahan itu sepertinya diunggah Senin pagi (25/3/2024).
Berisi curhatan RP terkait menu takjil di masjid tersebut.
Memang, RP tidak menyebutkan di mana menu takjil tersebut.
Namun jika dilihat foto-foto yang ia bagikan, ia sepertinya sedang berada di Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo, jl Nani Wartabone, Limba B, Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Unggahan RP menarik banyak komentar hingga dibagikan oleh nyaris 300-an pengguna facebook lainnya.
RP dalam unggahannya seperti menyindir pengurus masjid dengan hanya menyajikan menu takjil sederhana.
Sebetulnya RP tak masalah berbuka dengan menu takjil apapun, baik kualitas maupun jumlahnya.
Hanya saja, ia merasa menu takjil itu tidak sesuai dengan ekspektasinya, terutama karena disponsori 20-an orang.
"fto [foto] takjil buka puasa ini nampak biasa sj... Nabi saja hanya berbuka dgn [dengan] dua atau tiga buah kurma..." tulis RP dalam takarir (caption) unggahannya.
Tetapi yang membuat ia heran, menu takjil yang disantapnya itu merupakan sumbangan dari 15 orang pejabat di berbagai instansi.
Bahkan, juga hasil sumbangan dari lima orang pengusaha yang sebetulnya tidak masuk dalam list penyumbang puasa sore itu.
"Kenapa saya tau karena takmirul masjid membacakan nama-nama [penyumbang] sebelum buka puasa," ungkap RP.
Masalahnya, dari lima pengusaha itu dikenal betul oleh RP. Mereka katanya merupakan orang-orang dermawan yang suka berbagi.
Namun, ketika dinikmati, takjil buka puasa itu teksturnya agak keras.