Berita Nasional
Korban Terkaman Harimau Dirujuk ke RS, Warga Geruduk Kantor TNBBS
Sebelumnya, Samanan dirawat di Puskesmas Srimulyo, Kecamatan Suoh. Dirujuknya Samanan karena luka yang cukup parah, yaitu sobek di bagian kepala sepan
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Samanan, warga Pekon Sukamarga, Kecamatan Suoh, Lampung Barat yang diterkam harimau pada Senin (11/3) dirujuk ke Rumah Sakit Alimudin Umar.
Sebelumnya, Samanan dirawat di Puskesmas Srimulyo, Kecamatan Suoh. Dirujuknya Samanan karena luka yang cukup parah, yaitu sobek di bagian kepala sepanjang 30 cm akibat cakaran harimau.
Peratin Pekon Sukamarga, Jaimin, mengatakan keputusan merujuk korban untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.
"Iya, korban kami minta agar dirujuk ke RS Alimudin Umar karena khawatir terhadap luka yang dialami korban," kata Jaimin, Senin (11/3).
Baca juga: Ribuan Warga Ikut Kokoo Talumolo di Gorontalo saat Awal Ramadan
"Sehingga perlu adanya penanganan medis yang lebih agar korban lekas pulih dari luka yang dialami," sambungnya.
Sementara itu, ratusan warga Suoh dan BNS Lampung Barat menggeruduk kantor Resort TNBBS di Pekon Gunung Ratu, Kecamatan Suoh.
Warga geram karena satwa liar tersebut kembali menerkam warga. Sebelumnya, dua warga Suoh dan BNS telah meninggal dunia akibat konflik dengan harimau.
"Mereka merusak beberapa fasilitas milik resort karena jenuh sampai saat ini harimau belum juga tertangkap," kata Sugeng Hari Kinaryo Adi, Pembina Satgas Lembah Suoh dan BNS Lampung Barat.
Menurut Sugeng, masyarakat saat ini sudah bingung dan panik terkait masalah harimau ini.
Baca juga: Memiliki Hati Lembut, Ini 5 Zodiak yang Paling Mudah Menangis
"Provokasi masyarakat ini sangat kencang sehingga masyarakat menjadi anarkis dan membakar beberapa fasilitas milik Resort Suoh," ungkapnya.
"Saya juga saat ini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Karena wewenang bukan hanya TNBBS tapi juga wewenang BKSDA," pungkasnya.
Upaya Penangkapan Belum Membuahkan Hasil
Sugeng mengatakan, upaya penangkapan harimau yang dilakukan selama 17 hari ini belum juga membuahkan hasil.
"Memang belum menbuahkan hasil, jadi hanya menambah perangkap menambah perangkap saja," ujar Sugeng.
"Begitu melihat jejak baru tambah perangkap lagi, namun belum juga ada hasil hanya mencari tapak2 harimau saja," sambungnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-harimau.jpg)