Gorontalo Kota Genangan
Banjir di Lapas II A Kota Gorontalo Surut, Aktivitas Kembali Normal
Pantauan TribunGorontalo.com pada Jumat (8/3/2024) pagi, air yang sebelumnya menggenangi beberapa blok hunian, poliklinik, dan mushola telah surut.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kawasan-yang-tergenang-pada-Kamis-0732024.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Banjir yang melanda Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Kota Gorontalo pada Kamis (7/3/2024) sore kini telah surut.
Pantauan TribunGorontalo.com pada Jumat (8/3/2024) pagi, air yang sebelumnya menggenangi beberapa blok hunian, poliklinik, dan mushola telah surut.
PLH Kepala Lapas II A Kota Gorontalo, Kasdin Lato, mengatakan bahwa Lapas telah bersih dan membaik.
"Airnya sudah tidak ada. Hari ini Lapas sudah dalam kondisi bersih dan membaik," ungkapnya.
Baca juga: Masjid Hunto Sultan Amai Gorontalo Berbenah Menyambut Ramadan
Kasdin menjelaskan bahwa air surut pada malam hari kemarin. Pihak Lapas dan napi gotong royong menyurutkan air.
"Dari malam hari itu air sudah surut sampai dengan pagi ini," terangnya.
Pelayanan di Lapas, termasuk kunjungan, telah kembali normal.
"Pelayanan kepada masyarakat yang berada di luar untuk berkunjung ke Lapas tetap kami laksanakan, dan sudah berjalan normal," kata Kasdin.
Sebelumnya, Lapas II A Kota Gorontalo dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai 50 cm pada Kamis sore.
Menurut Kasdin, banjir yang menggenangi beberapa ruangan itu disebabkan oleh curah hujan yang tinggi sejak Kamis dini hari.
Baca juga: Lapas Gorontalo Terendam Banjir Setinggi 50 Cm, Para Napi Diungsikan
Ia menuturkan bahwa Lapas selalu digenangi air setiap kali Kota Gorontalo dilanda hujan deras.
"Tiap kali hujan dengan intensitas tinggi itu pasti Lapas ini banjir, dan tinggi airnya mencapai 50 centi meter," ujarnya.
Banjir hampir menggenangi seluruh ruang Lapas, termasuk poliklinik kesehatan, ruang rawat inap, mushola, dan blok hunian napi.
Beberapa barang dan napi telah dievakuasi ke tempat yang tidak terendam banjir.
"Hampir sebagian besar fasilitas yang ada tergenang, hanya ada 20 hunian yang cukup tinggi tempatnya itu tidak terendam," jelas Kasdin.
Pihak Lapas sementara waktu menggunakan fasilitas yang tidak terendam banjir untuk menampung napi yang kamar huniannya digenangi air.
"Tentunya kami masih menggunakan fasilitas yang ada, blok plan yang cukup besar ini akan kami gunakan untuk hunian sementara napi," sambungnya.
Kasdin mengatakan bahwa aktivitas di dalam Lapas tetap berjalan, seperti kajian di masjid dan kunjungan.
Untuk kunjungan, pihak Lapas hanya menerima pengunjung yang mengirim barang titipan.
Baca juga: 4 Pasangan Zodiak yang Paling Paling Cocok dan Romantis
"Layanan tetap dibuka, kondisi hunian tetap berjalan sebagaiman biasanya," imbuhnya.
Kasdin menjelaskan bahwa solusi terbaik agar Lapas tidak terendam banjir adalah dengan membangun Lapas bertingkat dan meninggikan pondasi.
"Solusi terbaik adalah Lapas ini perlu dibangun dengan kondisi gedung yang bertingkat," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.