Beras Gorontalo

Petani Pohuwato Tercekik Harga Beras Tinggi di Gorontalo

Para petani di Pohuwato berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi mereka.

Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo/Rahman Halid
Seorang petani sawah di Pohuwato, Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato -- Ironisnya, di tengah naiknya harga beras di Kabupaten Pohuwato, para petani di Kecamatan Duhiadaa justru merasakan dampak negatifnya.

Bukannya menikmati keuntungan dari kenaikan harga, mereka malah harus merasakan beban.

Rata-rata, petani sawah di Pohuwato harus merasakan nasib sama dengan masyarakat umum.

Mereka harus membeli beras di Pasar Tradisional Marisa dengan harga yang tinggi, kendati adalah petani.

Baca juga: Hilal Ramadan Gorontalo Akan Diamati di Wisata Hiu Paus Bone Bolango

Ramli (54), seorang petani sawah di Kecamatan Duhiadaa, mengungkapkan kekecewaannya.

"Saya sebagai petani merasa lucu, harus kesulitan juga untuk mendapatkan beras. Padahal kita yang menanam, seharusnya lebih mudah mendapatkannya," keluhnya.

Situasi ini diperparah dengan habisnya stok beras milik para petani.

"Habis stok beras kami di rumah, bahkan untuk makan saja harus membeli di Pasar Tradisional Marisa," tuturnya.

Kenaikan harga beras ini memang membawa keuntungan bagi petani di masa panen.

Ramli dan kawan-kawannya menantikan panen padi di bulan Maret ini setelah dua tahun tidak bisa menanam padi.

"Saat ini, kita berharap harga beras tetap tinggi sampai kita bisa panen padi kembali," harapnya.

Namun, di balik harapan itu, terdapat kekhawatiran dan tekanan yang dihadapi para petani.

Imran, petani lainnya, mengungkapkan bahwa situasi ini memberikan tekanan tambahan dalam menjaga produktivitas pertanian.

Baca juga: Antusiasme Warga Gorontalo Sambut Pasar Murah Jelang Ramadan

"Kenaikan harga pupuk dan pestisida, serta kesulitan mendapatkan air, membuat kami harus mengeluarkan biaya lebih banyak," keluh Imran.

Para petani di Pohuwato berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap kondisi mereka.

Bantuan dalam bentuk subsidi pupuk, akses air yang mudah, dan solusi untuk mengatasi fluktuasi harga beras sangat dibutuhkan.

Hanya dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, para petani di Pohuwato dapat menikmati hasil panen mereka dengan sejahtera dan meningkatkan kondisi perekonomian mereka.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved