Beras Gorontalo

45 Petani Sawah Pohuwato Gorontalo Mulai Menanam

Hal ini menggembirakan, karena selama dua tahun terakhir, pada tahun 2022 dan 2023, petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pohuwato tidak dapat men

Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Rahman Halid
Petani sawah di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mulai menanam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Sebanyak 45 petani di Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mulai menanam padi pada bulan Maret tahun 2024.

Hal ini menggembirakan, karena selama dua tahun terakhir, pada tahun 2022 dan 2023, petani di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pohuwato tidak dapat menanam padi.

Fenomena ini disebabkan oleh cuaca panas yang ekstrem dan arus air menuju ke ladang sawah yang tersumbat oleh sedimen hasil pertambangan emas di gunung Marisa.

Baca juga: Dedikasi Endong Daud, Sembilan Tahun Mengabdi sebagai Ketua Takmir Masjid Al-Aktsar

Ronal Tampali (32), seorang petani sawah asal Kecamatan Duhiadaa, mengungkapkan, kondisi ekstrem dua tahun sebelumnya.

Menurutnya, saat itu sulit menanam padi di wilayah Kabupaten Pohuwato termasuk Kecamatan Marisa dan Duhiadaa.

"Cuaca panas yang tidak wajar dan arus air yang terhambat oleh sedimen dari hasil pertambangan emas di gunung membuat lahan pertanian sulit diolah dan ditanami padi," ujarnya.

Menurut Ronal, kebijakan menanam padi serentak pada bulan Maret ini merupakan keuntungan besar bagi Kabupaten Pohuwato. Bahkan diharapkan dapat meningkatkan stok beras di kabupaten Pohuwato, nantinya.

Baca juga: Warga Libuo Kota Gorontalo Lelah Capek Terus Kebanjiran

terutama, mengingat, saat ini harga beras di Pohuwato sedang mengalami kenaikan. Meskipun demikian, keterbatasan stok beras di kabupaten tersebut menjadi penyebab utama kenaikan harga.

"Saat ini harga beras di Kabupaten Pohuwato memang sedang naik karena stok beras terbatas atau kurang. Namun, dengan adanya kegiatan menanam padi serentak ini, kita berharap enam bulan berikutnya kabupaten Pohuwato bisa mendapatkan stok beras yang berlebih," tuturnya.

Selain itu lanjut Ronal, keberhasilan menanam padi nantinya diharapkan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat di Kabupaten Pohuwato, khusunya harga beras.

"Ketika ini berlebih, maka stok beras meningkat. Maka harga beras akan normal kembali," imbuhnya.

Sementarai itu, Ronal berharap, Pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan dukungan maksimal kepada para petani untuk memastikan kelancaran dan kesuksesan proses penanaman padi.

Selain itu, kebijakan-kebijaka tertentu perlu diambil untuk mengatasi tantangan terkait cuaca dan dampak pertambangan agar keberlanjutan produksi padi dapat terjamin di masa mendatang. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved