Human Interest Story

Kisah Agung Septian, Jualan Pentol Kuah di Usia Remaja

Hingga kini, Agung pun hanya bisa pasrah menjalani kehidupan di Provinsi Gorontalo jauh dari sanak keluarganya.(*)

Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Kisah Agung Septian, Jualan Pentol Kuah di Usia Remaja
TribunGorontalo.com/Prailla Libriana
Agung Septian, penjual pentol kuah di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kisah Agung Septian, penjual pentol kuah di usia remaja, Senin (4/3/2024).

Agung ini berasal dari Jawa Barat, sudah 2,5 tahun dirinya menetap di Gorontalo demi tuntutan kehidupan.

Sebelumnya, dia sempat bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang tekstil di Jawa Barat.

1,5 tahun dirinya bekerja di perusahaan tersebut, namun di tahun 2021 dirinya mendapat surat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja.

Kata Agung, di perusahaan tekstil tersebut mempunyai ribuan karyawan. Namun saat itu bertepatam dengan covid-19 maka karyawannya pun dikurangi setengahnya.

"Itukan pandemi covid jadi banyak yang di PHK termasuk saya," ujarnya kepada TribunGorontalo.com.

Umurnya masih terbilang remaja, di usia 23 tahun dia sudah memberanikan diri untuk merantau ke pulau lain.

Dia memilih Gorontalo awalnya diajak oleh sepupunya yang juga sudah lama di Gorontalo.

Selain itu, Agung juga menilai Provinsi Gorontalo merupakan daerah yang memiliki tingkat kriminalitas yang rendah.

Dua alasan inilah yang menyebabkan Agung bisa sampai ke Gorontalo untuk mencari nafkah.

Agung ini merupakan anak broken home. Ayah dan ibunya telah bercerai semasa Agung menginjak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Jawa Barat.

Maka tidak heran mengapa dirinya yang notabenenya anak tunggal bisa dengan mudah merantau ke Gorontalo.

Di Gorontalo, Agung memulai karirnya dengan berjualan pentolan di Kabupaten Bone Bolango selama dua tahun.

Lalu, dia memutuskan untuk berjualan pentol kuah di area Kota Gorontalo.

"Di Kota kan ramai, jadi banyak pembeli," lanjutnya.

Agung berjualan keliling, kadang mangkal di Sekolah, kadang mangkal di Alfamart atau Indomaret hingga ke beberapa kampus.

Saat ditemui pun Agung sedang mangkal di depan Universitas Bina Taruna Gorontalo yang terletak di Jl Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo.

"Baru seminggu saya jualan pentol kuah ini, alhamdulillah banyak yang suka," ungkapnya.

Agung memilih menjadi tukang jualan pentol kuah sebab dirinya merasa pentol kuah merupakan makanan baru bagi masyarakat Gorontalo.

Kuah khas bakso dicampur dengan pentolan kecil-kecil sejenis bakso kata Agung pasti bisa diterima di lidahnya Gorontalo.

"Apalagi kalau panas sama pedis, itu yang kadang orang Gorontalo suka," ujarnya.

Hingga kini, Agung pun hanya bisa pasrah menjalani kehidupan di Provinsi Gorontalo jauh dari sanak keluarganya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved