Human Interest Story
Kisah Rony Pakaya, 19 Tahun Mengasah Kehidupan dari Buah-buahan
Bagi Rony, buah-buahan ini bukan sekadar dagangan, tapi juga penopang kehidupan keluarganya selama 19 tahun.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rony-Pakaya-pria-penjual-buah-di-Jl-HB-Jassin-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Di bawah terik matahari Gorontalo, Rony Pakaya (43) dengan cekatan menata duku, rambutan, dan manggis di atas mobil pick upnya.
Senyumnya merekah menyambut pembeli yang mulai berdatangan.
Bagi Rony, buah-buahan ini bukan sekadar dagangan, tapi juga penopang kehidupan keluarganya selama 19 tahun.
"Daripada nganggur saat itu, jadi ikut-ikut saja," kenang Rony tentang awal mula dia berjualan buah di tahun 2003.
Baca juga: Tubuh Wanita Gorontalo Ini Melepuh Gara-gara Gunakan Produk Pemutih yang Dibeli dari Akun TikTok
Lulusan SMP ini awalnya membantu pamannya berjualan di Kelurahan Tamalate, Kota Gorontalo.
Seiring waktu, tekadnya untuk mandiri mengantarkannya membuka usaha buahnya sendiri.
Musim durian, rambutan, dan manggis seperti saat ini menjadi momen istimewa bagi Rony.
Dia mendapatkan pasokan buah-buah segar dari Sulawesi Utara dan menjualnya dengan harga Rp 10.000 per kilogram.
"Kalau tidak musim, biasanya saya jual Rp 35.000 sekilo," terangnya.
Meskipun tinggal di Bone Bolango, Rony memilih berjualan di Jalan HB Jassin, Gorontalo.
Alasannya sederhana, "Ramai di sini, jadi siapa tau cepat laku," kata ayah tiga anak ini.
Rony tak segan beradaptasi dengan musim. Ketika musim durian, rambutan, dan manggis usai, dia kembali berjualan buah-buahan lain seperti pepaya dan mangga di Kota Gorontalo.
Semangatnya tak pernah padam, mengantarkan kesegaran buah-buahan kepada pembeli dan mengukir kisah inspiratif tentang kegigihan seorang penjual buah.
"Jualan buah ini sudah jadi bagian hidup saya," ungkap Rony. Kutipan sederhana ini mencerminkan dedikasi dan keuletan seorang pria yang menemukan makna kehidupan dalam setiap tumpukan buah yang dia jual.(*)
| Kisah Ibrahim Pakaya, Kakek 71 Tahun Penjual Gulali di Taman Kalimadu Gorontalo |
|
|---|
| Sosok Abdul Gias Tomayahu, Penulis Muda Asal Leboto Gorontalo Peraih 4 Medali Emas Nasional 2025 |
|
|---|
| Cerita 2 Pemudi Jualan Takjil Ramadan di Kota Gorontalo |
|
|---|
| Tips Kuat Puasa saat Bekerja ala Kasmat dan Sasmita, Pegawai Minimarket Gorontalo |
|
|---|
| Sejak 1985, Ridwan Baat Setia Jual Balon Karakter di Kota Gorontalo, Terbukti Mampu Sekolahkan Anak |
|
|---|