Kasus Malaria Gorontalo

Waspadai DBD dan Malaria di Gorontalo Saat Musim Penghujan, Ini 4 Tips Dinkes

Kedua penyakit ini telah menjadi fokus utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo dan telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
Ilustrasi
Waspada malaria di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Musim penghujan di Gorontalo membawa ancaman penyakit Demam Berdarah (DBD) dan Malaria.

Kedua penyakit ini telah menjadi fokus utama Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Gorontalo dan telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Data Dinkes menunjukkan bahwa DBD telah merenggut 3 nyawa dan Malaria 1 nyawa di tahun 2024.

Menyikapi hal ini, Dinkes menghimbau masyarakat untuk waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan:

1. Pengendalian Populasi Nyamuk:

Kurangi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti dan anopheles.
Hindari penumpukan air di wadah tertentu dan pastikan pembuangan air yang baik.

2. Penggunaan Kelambu dan Repellent:

Gunakan kelambu berinsektisida saat tidur, terutama bagi anak-anak.
Gunakan lotion atau repellent pada kulit yang terbuka.

3. Pantau dan Hentikan Penyakit Dini:

Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika ada gejala demam, nyeri sendi, dan tanda-tanda DBD lainnya.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit.

4. Membersihkan Lingkungan:

Pastikan kebersihan di sekitar rumah, termasuk memusnahkan tempat-tempat yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Seperti ban bekas, pot bunga yang berisi air, atau barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Dinkes menekankan bahwa fogging kurang efektif karena hanya memberantas nyamuk dewasa atau memindahkannya ke tempat lain. Fogging lebih baik digunakan setelah sarang nyamuk diberantas.

Menurut PLH Ketua Tim Kerja P2PPTM Dinkes Provinsi Gorontalo, Dolvi Sumarauw, saat ini pihaknya telah menstatuskan dua penyakit tersebut menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Sehingga, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak menyepelekan dua penyakit tersebut.

Sebab, menurut data DBD dan Malaria di Provinsi Gorontalo, dua penyakit itu telah meregang nyawa manusia.

"Untuk DBD telah ada 3 korban dan malaria baru satu, ini data di tahun 2024," jelas Dolvi saat ditemui Kamis (29/2/2024).(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved