Kasus Malaria Gorontalo
Tumbuh Subur di Gorontalo, Daun Ini Tak Tahunya Bisa Bunuh Nyamuk Malaria
Tumbuhan dengan nama latin Stobilanthes crispa ini biasanya ditanam oleh masyarakat sebagai pagar alam. Sebab sifatnya mudah tumbuh.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Berikut-Daun-Keji-Beling.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) buat obat pembasmi nyamuk Malaria dari daun keji beling.
Tumbuhan dengan nama latin Stobilanthes crispa ini biasanya ditanam oleh masyarakat sebagai pagar alam. Sebab sifatnya mudah tumbuh.
Biasanya, tanaman ini digunakan masyarakat sebagai bahan obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa penyakit seperti diabetes melitus, antilitik, pencahar, antikanker dan sebagai agen deuretik.
Tanpa disadari oleh masyarakat, tanaman ini juga berkhasiat untuk membasmi nyamuk Anopheles Aconitus pembawa penyakit Malaria.
"Masyarakat belum mengetahui manfaat dari tanaman keji beling yang dapat digunakan sebagai insektisida nyamuk anopheles aconitus," tulis Rifka Cahyani Lasulika, Alumni UNG tahun 2020 dalam skripsinya 'Uji Efektivitas Perasab Daun Keji Beling Terhadap Kematian Nyamuk Anopheles".
Adanya senyawa aktif seperti alkaloid, saponim dan flavanoid dari tanaman keji beling ini yang dapat mematikan nyamuk tersebut.
Senyawa saponim bisa membuat nyamuk lumpuh pada alat pernapasan sehingga nyamuk tidak bisa bernafas dan akhirnya mati.
Senyawa flavonoid juga menjadi racun pernapasan yang dapat menyebabkan kematian pada nyamuk.
Sedangkan senyawa alkanoid dan glikosid juga dapat bertindak sebagai racun perut dan racun kontak.
"Semakin besar kandungan zat aktif tersebut, maka nyamuk akan semakin banyak terpapar dan mengalami kematian semakin banyak," jelasnya.
Rifka meneliti rata-rata tingkat kematian nyamuk sebesar 80 persen dari konsentrasi 45 persen sari air daun keji beling.
Cara membuat larutan daun keji beling ini cukup mudah, pertama daun keji beling dicuci dengan menggunakan air mengalir agar kotoran yang menempel hilang.
Kedua, daun keji beling tersebut dapat di gunting kecil dan dimasukkan ke dalam blender.
Setelah itu, daun keji beling yang sudah diblender diperas dengan menggunakan kain.
Air perasan dari daun keji beling itulah yang dimanfaatkan sebagai obat pembasmi nyamuk malaria.