Harga Beras Naik
Petani Gorontalo Keluhkan Sawahnya Gagal Panen Saat Harga Beras Naik
Risno Djafar, Petani Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo mengeluhkan sawahnya gagal panen saat harga beras lagi melonjak naik
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Risno-Djafar-seorang-petani-di-Desa-Hulawa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Risno Djafar, Petani Desa Hulawa, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo mengeluhkan sawahnya gagal panen saat harga beras lagi melonjak naik
Menurut Risno, seharusnya sawah yang dimilikinya itu telah masuk panen raya. Namun, sebagian mengalami gagal panen disebabkan oleh hama.
"Ini sebenarnya sudah panen raya, cuman ini gagal panen karena ada hama," ucapnya saat ditemui di persawahan miliknya, Kamis (29/2/2024) siang hari.
Ia pun mengakui, gagal panen tersebut dapat mempengaruhi nilai produksi beras di tempatnya berkurang.
Biasanya, di tempat Risno, produksi beras dalam satu petak sawah bisa menghasilkan 20 karung lebih. Namun, karena adanya hama tersebut, ia hanya bisa menghasilkan 3 karung beras.
"Kalau satu petak sawah biasanya bisa menghasilkan 650 sampai 700 kilo gram beras, cuman sekarang hanya 100 kilo gram," jelasnya.
Risno yang juga sebagai pengelola gilingan padi Amelia di Desa Hulawa, mengakui harga beras di tempatnya dijual Rp 17 ribu per kilo gram.
Sementara, untuk harga per karungnya dibanderol dengan harga Rp 850 ribu.
"Untuk sementara harga petani begitu Rp 850 ribu atau Rp 17 ribu per kilo gram, saya tidak tahu kalau harga pedagang," tegasnya.
Pantauan TribunGorontalo.com, di beberapa pasar harian maupun mingguan terpantau harga beras tengah mengalami kenaikan.
Sebagai contoh, di pasar Senin Kelurahan Moodu, Kota Gorontalo, terpantau harga beras mencapai Rp 16 ribu per kilo gram.
Jika dihitung per karung, harga beras tersebut dipatok dengan harga Rp 800 ribu.
Sementara, pantauan harga beras pekan lalu di pasar Sentral Gorontalo memiliki nilai variatif. Dari Rp 750 - 775 ribu.
Hal tersebut menunjukkan harga beras di Gorontalo, tiap hari kian naik harganya.
Dengan adanya gagal panen sawah dari seorang petani tersebut sangat disayangkan. Sebab, saat ini Gorontalo sangat membutuhkan hasil panen dari para petani.
Sebab, menurut pernyataan Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Harga Pangan Dinas Pangan Provinsi Gorontalo, Dharmawaty Bokings, bahwa kenaikan harga beras di Gorontalo disebabkan produksi belum mampu mencukupi kebutuhan beras masyarakat.
"Artinya, petani Gorontalo belum semua melakukan panen," ungkap Dharmawaty saat ditemui, Senin (26/2/2024).
Dharmawaty menjelaskan, bahwa cakupan beras di Gorontalo diperkirakan akan cukup pada bulan Maret hingga pertengahan April 2024.
Saat ini, wilayah yang telah melakukan panen beras baru di Kabupaten Gorontalo dan Pohuwato. Itupun, baru sebagian belum keseluruhan.
"Sebagian wilayah masih berumur seminggu, sehingga belum bisa panen. Karenanya, belum bisa memenuhi kebutuhan dari pada masyarakat Gorontalo," jelasnya. (*)
| Harga Beras di Indonesia Makin Mahal hingga Tembus Rp18 Ribu per Kg, Ada 21 Wilayah Masih Zona Merah |
|
|---|
| Bapanas Resmi Naikkan HET Beras Medium, Harga di Semua Wilayah Indonesia Kini Lebih Mahal |
|
|---|
| Harga Beras Ditahun 2025 Disebut Bakal Naik, Cek Harganya Sekarang! |
|
|---|
| Harga Beras Melonjak Jelang Ramadan, Polsek Kota Selatan Turun Tangan |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.