Minggu, 8 Maret 2026

Harga Beras Naik

Harga Beras di Indonesia Makin Mahal hingga Tembus Rp18 Ribu per Kg, Ada 21 Wilayah Masih Zona Merah

Harga beras di Indonesia terus meroket hingga menyentuh Rp18 ribu per kg. Sebanyak 21 provinsi kini masuk zona merah melampaui HET.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Harga Beras di Indonesia Makin Mahal hingga Tembus Rp18 Ribu per Kg, Ada 21 Wilayah Masih Zona Merah
dok. TribunGorontalo.com
HARGA BERAS - Salah satu pedagang beras di Kabupaten Gorontalo saat melayani pembeli, Selasa (22/7/2025). Harga beras di Indonesia terus meroket hingga menyentuh Rp18 ribu per kg. Sebanyak 21 provinsi kini masuk zona merah melampaui HET. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Harga beras di sejumlah wilayah Indonesia terus mengalami lonjakan hingga awal September 2025.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras premium di tingkat nasional kini rata-rata menembus Rp16.208 per kilogram (Kg) atau naik 8.78 persen.

Bahkan di beberapa daerah, khususnya kawasan timur Indonesia, harga sudah tembus Rp18 ribu per Kg.

Kenaikan ini membuat setidaknya 21 provinsi masuk dalam kategori zona merah, karena harga beras jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp14.900–Rp15.800 per kilogram sesuai zona wilayah.

Dilansir dari TribunPontianak.co.id, Untuk harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah untuk beras premium ditetapkan sebesar Rp 14.900 per kilogram untuk Nasional,  Rp 14.900 per kilogram untuk Zona I, Rp 15.400 untuk Zona II, dan Rp 15.800 untuk Zona III.

Baca juga: Menghilang di Tengah Demo DPR RI, Ahmad Dhani, Denny Cagur hingga Desy Ratnasari Jadi Sorotan

Harga beras premium di lapangan masih melampaui batas tersebut di sejumlah wilayah.

Zona I, harga mencapai Rp 15.384 atau naik 3.25 persen dari HET. 

Zona II mencapai Rp 16.475 naik 6.98 persen dari HET. 

Zona III mencatat masih terus melonjak, yakni Rp 19.539 atau naik 23.66 persen di atas HET.

Berdasarkan laman resmi Bapanas, ada 3 Provinsi di Indonesia sudah dalam kondisi aman berada di zona hijau lantaran harga dibawah HET, beberapa diantaranya berada yakni 13 Provinsi di zona kuning dengan persentase kenaikan harga diatas HET 0 - 5 persen.

Sementara masih banyak 21 wilayah berada di zona merah lantaran harga jauh melampaui HET.

Baca juga: RUU Perampasan Aset Lama Mandek di DPR, Presiden Prabowo Desak Parlemen Segera Ambil Langkah Tegas

Umumnya, ada beberapa faktor utama yang membuat harga beras saat ini mahal dan terus mengalami lonjakan harga yakni turunnya produksi dalam negeri, biaya logistik mahal, permintaan tinggi hingga distribusi belum merata.

Namun, jika dilihat kondisi saat ini Bapanas memperkirakan produksi beras hingga September 2025 mencapai 28,22 juta ton, melampaui kebutuhan konsumsi sebesar 23,21 juta ton — menciptakan surplus sekitar 5 juta ton.

Sementara itu, BPS melaporkan produksi hingga Oktober 2025 mencapai 31,04 juta ton, melebihi konsumsi dan menciptakan surplus sekitar 3,7 juta ton

Tapi ternyata, keadaan surplus ini juga tak bisa menjadikan harga beras akan mengalami penurunan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Jadwal Imsakiyah
Minggu, 08 Maret 2026 (18 Ramadan 1447 H)
Kota Gorontalo
Imsak 04:31
Subuh 04:41
Zhuhr 12:02
‘Ashr 15:11
Maghrib 18:05
‘Isya’ 19:13

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved