Kamis, 12 Maret 2026

Keluh Kesah Warga

Warga Kesulitan Air, Pemdes Bakti Gorontalo Pasang 12 Sumur Bor Senilai Rp 240 Juta

Dana ratusan juta itu kata Sekretaris Desa Bakti Ronal Jafar digunakan membangun 12 unit sumur bor. Kedalamannya rata-rata hingga 40 meter. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Warga Kesulitan Air, Pemdes Bakti Gorontalo Pasang 12 Sumur Bor Senilai Rp 240 Juta
TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu
Sekretaris Desa Bakti, Gorontalo, Ronal Jafar memperlihatkan air mengalir deras dari sebuah selang air. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pemerintah Desa (Pemdes) Bakti, Kabupaten Gorontalo menggelontorkan dana sebesar Rp 240 juta untuk menyelesaikan kesulitan air di wilayah itu. 

Dana ratusan juta itu kata Sekretaris Desa Bakti Ronal Jafar digunakan membangun 12 unit sumur bor. Kedalamannya rata-rata hingga 40 meter. 

Selain itu tercatat beberapa sumur bor juga dibangun di beberapa titik. Pembangunannya berasal dari dana corporate social responsibility (CSR). 

Desa Bakti sendiri menurut penjelasan Ronal, terdiri dari 1.002 kepada keluarga (KK) yang tersebar di enam dusun.

Dusun jalan trans tercatat memiliki 428 KK dan menjadi satu di antara enam dusun. Lima dusun lainnya berada di area utara dan selatan jalan trans.

Baca juga: Kisah Sumario Manebang 10 Tahun jadi Tukang Laminasi Kapal di Gorontalo

Kata Ronal, alokasi sumur bor lebih diprioritaskan untuk mereka yang di lima dusun, selain dusun jalan trans.

"Karena kita di Jalan Trans ini, sudah dapat layanan dari PDAM," ujarnya.

Tentang keluhan masyarakat soal masalah PDAM, Ronal menyebut bahwa itu bukan menjadi kewenangan mereka. 

"Nanti itu tanya saja ke PDAM," timpalnya. 

Ronal juga menjelaskan bahwa 12 sumur bor itu saat ini berfungsi dengan baik. 

Namun sebelumnya masyarakat mengeluhkan, satu unit sumur yang ada di wilayah mereka tidak berfungsi. 

Program pengadaan sumur bor kata Ronal, mereka telah mengalokasikan tiga sampai empat unit di setiap dusunnya. 

Namun karena terkendala masalah covid-19, sehingga dana lebih di fokuskan pada kegiatan-kegiatan sosial. 

Baca juga: Beralih Jualan Bakso di Gorontalo, Mantan Guru Honorer Raih Penghasilan Jutaan Rupiah

"Karena dana desa sudah ada programnya dari pusat, di mana lebih diprioritaskan untuk bantuan langsung tunai (BLT) dan ketahanan pangan. Nanti sisanya itu baru fisik," ulasnya. 

Di tahun 2024, Desa Bakti menganggarkan pembuatan satu unit sumur suntik, lokasinya berada di perbatasan antara Desa Bakti dan Desa Pulubala. 

"Masalah air ini masalah krusial, jadi jangan anggap kami di desa tidak berupaya untuk itu," tutupnya. 

Sebelumnya, kekurangan air menjadi keluhan warga Desa Bakti, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Pasalnya sudah hampir 30 tahun, daerah tersebut tak kunjung mendapatkan program pengadaan sumur bor atau penanganan dari PDAM Kabupaten Gorontalo. 

"Sudah 20 tahun, bahkan mungkin sudah jalan 30 tahun di sini tidak ada air," ujar Aditya Saputra, Senin (26/2/2024). 

"Bahkan hal itu diakui oleh mertua saya, sejak jamanya mereka juga di sini air sulit," tambahnya.

Adit sendiri merupakan warga Kota Gorontalo, namun ia telah menikah dengan Norma Ismail, wagra asli Desa Bakti.

Baca juga: Karya Siswa SMAN 1 Tilamuta Tembus Nasional, Himakom UNG Beri Apresiasi

Masalah kurangnya air itu diketahui TribunGorontalo.com, dari siaran langsung yang diunggah oleh Adit di akun facebooknya.

Dari sejumlah dusuh di Desa Bakti, masih banyak masyarakat yang kekurangan air.

"Kita saja yang di jalan trans, susah. Apalagi mereka yang di pelosok desa," ujar Adit saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Senin (26/2/2024).

Untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan cuci pakaian, masyarakat harus merogoh kocek demi mendapat pasokan air.

"Kalau tong itu Rp 10.000, ember Rp 5.000 dan kalau bak penampungan itu bisa sampai Rp 150.000,"rincinya.

Air itu mereka dapat dari masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki sumur bor.

Adapun kendala masyarakat tak membuat sumur bor adalah, biayanya yang terlalu tinggi.

"Mungkin ada Rp 25-40 juta biayanya," ujar Adit.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved