Perang Rusia Ukraina

Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-734: Pasukan Putin Klaim Rebut Desa Lastochkyne di Ukraina

Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-734, Selasa (27/2/2024): Pasukan militer Rusia mengaku telah merebut Desa Lastochkyne di Ukraina.

Penulis: Nina Y | Editor: Nina Yuniar
AFP/Mikhail Klimentyev
Presiden Rusia Vladimir Putin (jaket padding hitam) di pusat pelatihan militer Distrik Militer Barat untuk mengerahkan pasukan cadangan, di luar Kota Ryazan, Rusia pada 20 Oktober 2022. Kondisi terkini perang Rusia vs Ukraina hari ke-734 pada Selasa, 27 Februari 2024: Pasukan Putin mengklaim telah merebut Desa Lastochkyne di Ukraina. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Perhatikan perkembangan terbaru dalam perang di antara pasukan militer Rusia dengan Ukraina berikut ini yang hingga hari ini, Selasa (27/2/2024) masih berlangsung.

Salah satu kabar terbaru dalam perang adalah pasukan militer Rusia mengaku merebut Desa Lastochkyne di Ukraina.

Dimulai oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sejak 24 Februari 2022, invasi di Ukraina ini sudah berjalan selama 734 hari.

Dalam perkembangannya, Rusia diketahui telah mencaplok 4 wilayah di Ukraina sekaligus antara lain Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-733: Stasiun Kereta Api Kota Kostiantynivka Dibombardir

Konflik bersenjata yang terjadi di antara Rusia dengan Ukraina sampai saat ini masih berlanjut dan belum tampak akan berakhir.

Update Perang Rusia Vs Ukraina

Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian, berikut ini merupakan rangkuman peristiwa-peristiwa yang perlu diketahui pada hari ke-734 invasi Rusia di Ukraina:

- Rusia mengklaim pasukannya telah merebut Desa Lastochkyne di Ukraina, sekitar lima kilometer barat laut Avdiivka.

Pada Senin (26/2/2024), militer Ukraina mengatakan mereka telah mundur dari desa tersebut, di timur Ukraina, untuk membantu desa tersebut menahan upaya pasukan Rusia untuk maju ke arah barat.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-732: G7 Janjikan Sanksi Baru untuk Jerat Rusia

- Kanselir Jerman Olaf Scholz telah menegaskan kembali keengganannya untuk mengirim rudal jelajah Taurus ke Ukraina, dengan menunjuk pada risiko Jerman terlibat langsung dalam perang jika Taurus digunakan untuk mencapai sasaran jauh di wilayah Rusia.

“Ini adalah senjata jarak jauh, dan apa yang dilakukan Inggris dan Prancis dalam hal penargetan dan dukungan penargetan tidak dapat dilakukan di Jerman,” kata Scholz.

Prancis dan Inggris telah memasok Ukraina dengan rudal Scalp/Storm Shadow yang mampu menempuh jarak sekitar 250 km.

Adapun diketahui bahwa rudal Taurus mampu mencapai target hingga jarak 500 km.

Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-730: AS Siapkan Ratusan Sanksi untuk Mesin Perang Rusia

- Ukraina baru menerima kurang dari sepertiga dari satu juta peluru artileri yang dijanjikan Uni Eropa untuk dikirimkan saat ini, kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Belanda akan menyumbangkan 100 juta euro kepada inisiatif Ceko untuk membeli amunisi bagi Ukraina dari negara-negara di seluruh dunia, kata Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada hari Senin.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved