Wisata Gorontalo
Pusat Kuliner Tilamuta Gorontalo jadi Tempat Kambing
Pusat Kuliner ini dibangun di Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Informasinya, tempat ini dibangun sejak desember 2022.
Penulis: Nawir Islim | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Seekor-kambing-tampak-berteduh-di-Destinasi-Wisata-Tilamuta-Boalemo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Pusat Kuliner Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo kini malah jadi tempat berteduh kambing, Senin (19/2/2024).
Pusat Kuliner ini dibangun di Desa Pentadu Barat, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Informasinya, tempat ini dibangun sejak desember 2022.
Namun baru satu tahun berlalu, Pusat Kuliner ini rupanya sudah tak lagi terawat. Tak ada yang menempati.
Suardi liu sebagai Sekertaris Desa Pentadu Barat membenarkan hal tersebut.
"Wisata tersebut dirawat dan dijaga oleh aparat desa, akan tetapi kurangnya minat dari penjual dan pengunjung menjadi faktor tidak beroperasinya wisata itu," ujar Suardi kepada TribunGorontalo.com di Kantor Desa Pentadu Barat.
Menurut Suardi, pertengahan tahun 2023 menjadi titik akhir dari minggatnya para penjual.
Penyebabnya antusias masyarakat yang datang untuk berkunjung.
Fasilitasi dengan delapan gazebo kecil, empat gazebo besar, dan empat anjungan yang mengarah kelaut jadi andalan wisata kuliner ini.
Bahkan pantauan TribunGorontalo.com, tempat ini tak lagi ada penerang. Menurut pengelola, tidak ada biaya untuk mengisi pulsa listrik.
Suardi mengatakan penjual tidak dimintai biaya untuk memiliki lapak di tempat tersebut.
Bahkan dibuatkan WC umum, tapi pemerintah desa hanya ingin partisipasi menjaga kebersihan dan mengisi token listrik di area tersebut.
"Wisata Kuliner ini sebenarnya sangat bagus, tapi masih kurang penjual yang berminat untuk berdagang di tempat tersebut," kata Endang Djibu warga Desa Pentadu Barat, Senin (19/2/2024).
Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang menjadikan wisata kuliner ini tidak beroperasi lagi.
Kurangnya minat para pedagang dikarenakan wisata ini terdapat di desa pentadu barat yang jarang orang kunjungi.
Kini, Wisata Kuliner ini hanya menjadi pajangan semata. Keindahan pesona hamparan laut tidak lagi bisa dilihat dari anjungan yang berada di wisata tersebut. (*)