Kamis, 12 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Nur Triska Lukum dan Yusrilsyah Limbanadi Belajar Bahasa Isyarat demi Tunarungu di Gorontalo

Nur Triska Lukum dan Yusrilsyah Limbanadi membagikan kisah mereka jadi penerjemah orang tuli di Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Andika Machmud | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cerita Nur Triska Lukum dan Yusrilsyah Limbanadi Belajar Bahasa Isyarat demi Tunarungu di Gorontalo
TribunGorontalo.com/Ist
Nur Triska Lukum dan Yusrilsyah Limbanadi penerjemah tunarungu di Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Nur Triska Lukum dan Yusrilsyah Limbanadi membagikan kisah mereka jadi penerjemah tunarungu di Gorontalo.

Keduanya belajar bahasa isyarat untuk membantu orang-orang berkebutuhan khusus.

Triska tergerak hati melihat orang tuli susah untuk berkomunikasi. Atas alasan inilah ia belajar bahasa isyarat.

Wanita berusia 24 tahun itu mengaku beberapa hak disabilitas belum terpenuhi.

"Misalnya mereka ingin ke pelayanan ke kantor pemerintahan, tidak ada orang yang bisa menerjemahkan bahasa mereka," ungkap Triska Lukum kepada TribunGorontalo.com, Minggu (11/02/2024).

Triska lebih belajar lagi untuk juga tujuan membantu. Kendati ia kesusahan menguasainya.

"Ada beberapa kata seperti diskrimininasi, dan kata-kata lain yang sulit untuk disampaikan," jelasnya.

Tidak ada kursus bahasa isyarat di Gorontalo membuat Anak dari Kasmawaty Matulu ini mencari orang yang ingin belajar bersama.

Selain itu, Triska mengaku bahasa isyarat dalam konteks BISINDO itu tidak universal.

"Beda isyaratnya antara Makassar atau Gorontalo, atau Jakarta dengan Manado," ungkapnya.

Triska
Nur Triska Lukum saat memandu tunarungu di acara sosialisasi

Baca juga: Ellen Podungge Bangun Yayasan Hellen Wimberty karena Ingin Tunarungu di Gorontalo Berpendidikan

Ia mengaku mendapatkan pengalaman menarik saat menjadi penanggung jawab acara Musyawarah Daerah (Musda).

Menjelang pemilihan ketua tuli di Provinsi Gorontalo, ia merasa sangat diperhatikan oleh mereka.

"Mereka itu sangat care terhadap sesama," katanya.

Triska mengajak untuk masyarakat Gorontalo untuk mau belajar bahasa isyarat. Sehingga masyarakat juga dapat berkomunikasi.

"Harapan selanjutnya juga mereka bisa diberikan aksesibilitas dan orang lain mau merangkul lagi," ungkapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved