Human Interest Story
Cerita Maryam Kasim, Nelayan Pohuwato Gorontalo Gigih Bantu Suami demi Biaya Kuliah Anak
Inilah sosok Maryam Kasim, warga Desa Pohuwato, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Maryam-Kasim.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Inilah sosok Maryam Kasim, warga Desa Pohuwato, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Maryam merupakan nelayan. Ia biasa menangkap ikan batu di perairan laut Marisa bersama suaminya, Irfan Tangahu.
Kegigihan Maryam tak perlu dipertanyakan lagi.
Ombak dan cuaca buruk bukan halangannya mencari ikan.
Sesekali ombak menghantam perahunya tapi ia tak pernah kapok demi mengais rezeki.
Maryam mengaku ingin memberikan kehidupan layak bagi kedua anaknya, Ingka Tangahu dan Milka Tangahu.
Keduanya saat ini berkuliah di Universitas Negeri Gorontalo.
Maryam dan suaminya berharap kedua anaknya bisa hidup lebih baik.
Atas alasan itulah, ia bekerja keras bersama suaminya.
Maryam dan suaminya memiliki lapak ikan batu di Pasar Tradisional Marisa.
Baca juga: Mahasiswa Gorontalo Sering Sewa Joki Tugas, Dosen UNG: Daya Kritisnya Akan Berkurang
Diungkapkan oleh Maryam, ia sering disebut sebagai Srikandi karena sering menemani suaminya memancing.
"Sering mereka sebut saya Srikandi. Saya pikir itu baik. Apalagi menggambarkan sosok wanita pejuang untuk kehidupan," celoteh Maryam.
Maryam berprinsip setiap proses yang dilaluinya akan mengarah pada akhir baik.
"Saya hanya memegang satu prinsip dalam menjalani kehidupan ini. Jalani dan ikhlaskan apa yang terjadi. Pasti ada hikmah besar dari semua itu," tutupnya.