Selasa, 3 Maret 2026

Peristiwa Lokal

Seleksi Ketat Imam Masjid Baiturrahman Limboto Gorontalo, Harus Kuasai 5 Hal Ini

Sosok yang akrab disapa Ustaz Rizal ini mengungkapkan bahwa ia bersama Ilham Tholib terpilih menjadi imam Masjid Baiturrahman Limboto. 

Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Seleksi Ketat Imam Masjid Baiturrahman Limboto Gorontalo, Harus Kuasai 5 Hal Ini
Herjianto Tangahu
Syamsurrizal Ridwan (30), imam Masjid Baiturahman Limboto, Kabupaten Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Syamsurrizal Ridwan (30) mengungkapkan rentetan seleksi yang harus dilalui saat menjadi imam masjid. 

Sosok yang akrab disapa Ustaz Rizal ini mengungkapkan bahwa ia bersama Ilham Tholib terpilih menjadi imam Masjid Baiturrahman Limboto. 

Kedua lolos menjadi imam masjid saat mengikuti seleksi yang dilaksanakan pada 18-19 November 2023 lalu. 

"Waktu saya seleksi itu, pesertanya ada 43 orang. Hanya dua yang diambil," rincinya. 

Rizal diketahui adalah anak dari Ridwan Djafar, mantan imam masjid Baiturrahman Limboto sejak 2004 sampai 2019.

"Ayah saya sudah tua, jadi sudah berhenti. Namun sesekali masih sering jadi imam juga," ungkapnya. 

Rizal membeberkan, untuk jadi imam Masjid Baiturahman Limboto harus melewati lima tahapan seleksi. 

"Totalnya ada empat orang yang menyeleksi," terang Rizal. 

Seleksi pertama adalah, seluruh peserta akan diuji satu persatu dengan membaca Berzanji atau Barzanji.

Ini adalah doa-doa, pujian-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang dilafalkan dengan suatu irama atau nada yang biasa dilantunkan ketika kelahiran, khitanan, pernikahan dan maulid Nabi Muhammad saw. 

Kedua adalah seleksi membaca Ratib Al Haddad. Ini adalah bacaan wiridd dan dzikir yang terdiri dari ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa. 

Bacaan tersebut disusun oleh Habib Abdullah Al-Haddad, seorang ulama yang terkenal pada abad ke-11 hijriyah.

Seleksi ketiga adalah Tajwid. Ini adalah teknik membaguskan bacaan huruf-huruf atau kalimat-kalimat Al Quran satu persatu dengan terang dan teratur. 

Lalu keempat hafalan Quran. Kelima diuji pengetahuan fikih, merupakan pemahaman mengenai praktik-praktik ibadah berdasarkan Syariat, yang disebutkan dalam al-Qur'an dan Sunnah. 

"Misalnya masalah memandikan mayat, sholat mayit dan cara mengkafankan mayit, namun soal-soalnya random (acak)," ungkapnya. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved