Perstiwa Nasional

Rusia Ganti Pisang Ekuador dengan Pisang India, Imbas Perselisihan Militer dengan AS

Ekuador sebelumnya sepakat untuk mengirimkan peralatan militer era Soviet yang sudah tua ("besi tua Ukraina dan Rusia" menurut Ekuador) ke AS sebagai

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
Pisang Ekuador/AP
Ilustrasi Pisang. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Rusia kini mulai mengimpor pisang dari India. Hal itu setelah hubungannya renggang dengan Ekuador terkait kesepakatan modernisasi militer dengan Amerika Serikat.

Ekuador sebelumnya sepakat untuk mengirimkan peralatan militer era Soviet yang sudah tua ("besi tua Ukraina dan Rusia" menurut Ekuador) ke AS sebagai bagian dari pertukaran untuk persenjataan modern senilai $200 juta.

Washington berencana mengirimkan senjata yang didapat dari Ekuador ke Ukraina untuk membantu mereka melawan invasi Rusia.

Baca juga: Kawanan Paus Orca Terjebak Es Laut di Hokkaido, Penyelamatan Dianggap Mustahil

Kesepakatan ini membuat Rusia marah, Kremlin menyebutnya sebagai pelanggaran kontrak yang sembrono dan menanggapi dengan melarang impor pisang dari lima perusahaan Ekuador, yang sebelumnya merupakan pemasok utama pisang ke Rusia.

Pejabat Rusia mengklaim larangan ini didasari wabah hama pada pisang Ekuador, namun tidak secara langsung menghubungkan keputusan tersebut dengan kesepakatan AS-Ekuador.

Namun, Rusia dikenal sering membatasi impor makanan dari negara-negara yang berselisih dengannya.

Badan keamanan pangan Ekuador membantah klaim wabah hama tersebut, menyebut jumlah serangga pada pengiriman pisang sangat kecil dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia atau kualitas produk.

Ekuador adalah eksportir pisang terbesar di dunia, dengan penjualan sekitar $3,5 miliar pada tahun 2022. Sekitar seperlima dari penjualan tahunan mereka diekspor ke Rusia.

India kini tampaknya mengambil keuntungan dari perselisihan ini, menjadi contoh terbaru New Delhi meningkatkan perdagangan dengan Moskow meskipun sedang terjadi perang di Ukraina.

Baca juga: Serangan Rudal Rusia Kembali Guncang Ukraina, Kyiv dan Mykolaiv Terkena Dampak

Sebelumnya, India juga memborong minyak Rusia yang didiskon setelah Uni Eropa dan negara Barat lainnya menerapkan sanksi.

Batch pertama pisang dari India sudah dikirim pada Januari, menurut badan pengawas keamanan pangan Rusia Rosselkhoznadzor.

Pengiriman berikutnya diperkirakan tiba akhir Februari, dan "volume ekspor pisang India ke pasar Rusia akan meningkat," tambah Rosselkhoznadzor.

India, sebagai produsen pisang utama, juga tertarik memasok buah lain seperti mangga, nanas, pepaya, dan jambu biji ke pasar Rusia.(*) (Sumber: independent)
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved