Sabtu, 7 Maret 2026

Berita Kabupaten Bone Bolango

Warga Desa Lonuo Gorontalo Keluhkan Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah di Bone Bolango

Arman Bantali (41), warga Desa Lonuo Kabupaten Bone Bolango mengeluhkan bau menyengat sampah di pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA).

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Warga Desa Lonuo Gorontalo Keluhkan Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah di Bone Bolango
TribunGorontalo.com/Herjianto
TPA di Kabupaten Bone Bolango 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Arman Bantali (41), warga Desa Lonuo Kabupaten Bone Bolango mengeluhkan pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA).

Kebetulan rumah Arman hanya berjarak sekira 20 meter dari TPA. Namun ia hanya bisa pasrah pada keadaan.

"Baru mau bagaimana lagi, saya ini cuma masyarakat biasa," keluh Arman kepada TribunGorontalo.com, Minggu (04/2/2024).

Arman mengungkapkan sebelum pembangunan TPA Bone Bolango, ia termasuk kelompok yang menolak proyek tersebut.

Setelah dibangun, Arman merasa tidak akan tahan pada bau busuk sampah.

Sejauh ini TPA dibangun di tanah kering bebatuan itu belum beroperasi.

Akses menuju TPA telah diperlebar. Terdapat jembatan untuk mobilitas truk-truk pengangkut sampah.

Proyek telah paten berdiri dan akan digunakan. Arman hanya berharap pemerintah bisa memberi solusi untuk warga setempat.

"Mungkin dibuatkan pagar yang tinggi atau bagaimana. Yang jelas bau sampah pasti akan sangat menganggu," ungkapnya.

Baca juga: Cerita Emi, Rela Tempuh 18 KM untuk Mengais Sampah di TPA Talumelito demi Hidupi Keluarga

TPA Talumelito Gorontalo Nyaris Penuh

TPA Talumelito di Kabupaten Gorontalo
TPA Talumelito di Kabupaten Gorontalo (TribunGorontalo.com)

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito hampir penuh.

Banyak sampah-sampah yang sudah menimbun sehingga terlihat seperti gundukan.

Menurut Aries Ardianto Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo mengatakan sampah di TPA Talumelito belum penuh hanya karena model lahannya yang berbukit makanya kelihatan sudah menumpuk.

"Dia sebenarnya belum full cuma karena model TPAnya berbukit, jadi kelihatan sudah di atas padahal tidak," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Jumat (13/10/2023).

TPA Talumelito merupakan TPA Regional yang rencana awalnya hanya menampung sampah dari dua wilayah, yakni seluruh wilayah Kota Gorontalo dan sebagian kecil wilayah Kabupaten Gorontalo.

"Batasnya cuma sampai di Tibawa, tidak akan menyebar sampai ke Boliyohuto dan sebagainya. Beberapa wilayah yang berada di Bone Pantai juga tidak karena kita tahu bersama jalan transportasi kesana bagaimana," jelasnya.

Namun, TPA Talumelito sekarang sudah ketambahan sapah dari wilayah Bone Bolango. Padahal lokasi TPA di Bone Bolango sudah ada tapi belum operasional.

"Sel selnya sudah ada, yang belum ada ini sarana operasionalnya kayak unit pengelolanya dan sebagainya," tukasnya.

Untuk mengantisipasi sampah yang sudah terlalu menumpuk, Aries mengatakan sebenarnya sudah ada upaya khusus dari UPTD TPA Talumelito untuk mengembangkan TPA tersebut.

Perencanaan pengadaan lahan baru juga sudah dilakukan. Dokumen untuk pengadahan lahan pun sementara disiapkan.

"Sudah ada anggaran yang kita sisihkan untuk melakukan salah satu tahapan pengadaan lahan tersebut," kata Aries.

Selain itu, teknik terasering pun akan digunakan untuk mengantisipasi sel terakhir yang hampir penuh.

"Mereka sudah membuat satu desaign untuk memperluas dan mengembangkan TPA Talumelito ini," sambungnya.

UPTD TPA Talumelito juga telah melakukan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah.

"Di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kota Gorontalo sebenarnya sudah dipilah mana sampah organik dan yang non-organik, cuma sayangnya pada saat pengangkutan ke TPA itu disatukan lagi dimobil jadi kembali lagi dari nol," ungkapnya.

Rencana bersama pihak ketigapun dilakukan untuk mengolah limbah yang dihasilkan oleh TPA tersebut.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved