Berita Ekonomi
Jasa Bentor Online Vs Bentor Pangkalan di Gorontalo, Siapa Paling Diminati Penumpang?
Becak Motor (Bentor) Online tak ada bedanya dari Ojek Online. Mereka menggunakan aplikasi yang sama.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Baden-dan-Rustam.jpg)
Hal senada diungkapkan Fat Lasanudin (23). Fat memilih Bentor Online karena kemudahan hingga tarif yang murah.
"Di aplikasi cuman Rp10 ribu," tuturnya.
Berbeda dengan Martanti (24), ia sering mengunakan Bentor Pangkalan karena ingin menolong dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan penumpang.
Menurutnya, di era digitalisasi saat ini, masyarakat sebagian besar beralih ke ojol dalam pengunaan transportasi umum.
"Kasihan mereka kan cuman dapat penumpang dari customer yang panggil atau yang berdiri di pinggir jalan. Saya rasa semenjak ada online pendapatannya menurun," imbuhnya.
Harapan Pengemudi Bentor
Pengemudi Bentor Online, Baden berharap sesama pengguna bentor bisa akur dan saling merangkul satu sama lain.
Ia juga mengajak para Bentor Pangkalan bergabung bersama mereka.
"Jangan sampai cekcoklah, sama-sama mencari nafkah di jalan," terang Baden.
Sedangkan Pengemudi Bentor Pangkalan, Rustam berharap bentor online tidak mengambil customer ditempat mereka mangkal.
"Sebenarnya tidak apa-apa kalau customer lebih memilih online, cuma kasihan jangan jemput pas di depan mata kita," tandas Rustam.