Jumat, 6 Maret 2026

Berita Ekonomi

Jasa Bentor Online Vs Bentor Pangkalan di Gorontalo, Siapa Paling Diminati Penumpang?

Becak Motor (Bentor) Online tak ada bedanya dari Ojek Online. Mereka menggunakan aplikasi yang sama.

Tayang:
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Jasa Bentor Online Vs Bentor Pangkalan di Gorontalo, Siapa Paling Diminati Penumpang?
TribunGorontalo.com/Arianto
Baden (kiri) dan Rustam Hamzah, sesama sopir bentor mengungkapkan perbedaan ojek online dan mangkal di pangkalan. 

TRIBUNGIRONTALO.COM, Gorontalo – Becak Motor (Bentor) Online tak ada bedanya dari Ojek Online. Mereka menggunakan aplikasi yang sama.

Dahulu masyarakat lebih mengunakan Bentor Pangkalan dalam perjalanannya sehari-hari.

Namun kehadiran Bentor Online dianggap mengeser eksistensi Bentor Pangkalan.

Tidak heran jika terjadi gesekan di antara dua pengemudi bentor tersebut.

Lantas bagaimana cara masyarakat dalam mengunakan transportasi umum khususnya Bentor di Gorontalo?

Berikut TribunGorontalo.com merangkum kemudahan hingga penghasilan dari Bentor Online dan Bentor Pangkalan.

Kemudahan

Perbandingan yang sangat terlihat adalah kemudahan pemesanan dalam mengunakan Bentor.

Bentor Online bisa dipesan melalui aplikasi online di telepon selular (ponsel) customer kapanpun dan di manapun.

"Customer kami, bisa menunggu tanpa harus keluar rumah, ketika kami sampai baru keluar," ungkap sopir Bentor Online, Baden (26) kepada TribunGorontalo.com, Minggu (28/1/2024)

Sedangkan Bentor Pangkalan harus ke tempat pangkalan atau berdiri di bahu jalan untuk menunggu.

"Dengan banyaknya bentor di Gorontalo, apalagi kendaraan ini paling banyak di sini. Maka ketika penumpang ke bahu jalan, langsung dapat itu tukang bentor dan langsung naik, tanpa harus menunggu jemputan," ucap Rustam Hamzah (60), sopir bentor pangkalan.

Seragam

Pengunaan seragam merupakan aturan dari aplikasi ojol untuk Bentor Online kerap memudahkan customer dalam mengenali pengemudi. Sedangkan Bentor Pangkalan tidak mengunakan seragam.

"Namun, di mana-mana orang tahu kalau pengemudi bentor itu adalah jasa transportasi umum, walaupun tanpa seragam. Meski tidak semua tapi sebagian besar," ujar Rustam.

Tarif Perjalanan

Tarif ditawarkan Bentor Online sangat fleksibel tergantung jarak dan sudah terlihat jelas di aplikasi ojol. Pembayarannya pun bisa menggunakan tunai maupun kredit.

"Jarak 1 sampai 3 kilometer di online masih dapat harga Rp10 ribu," ucap Baden.

Lalu untuk Bentor Pangkalan, Tarif seringkali ditentukan sendiri oleh pengemudi atau bahkan customer, namun tawar menawar masih bisa terjadi sampai pada kesepakatan. Pembayarannya hanya bisa dilakukan menggunakan tunai.

"Sebenarnya tarif kami itu sama dengan online, bahkan lebih murah, terus bisa ditawar, kalau online kan sudah tidak bisa," ucap Rustam.

Baca juga: Franchise tak Diperpanjang Jadi Alasan Restoran Foodpedia Gorontalo Tutup Sejak Juli 2023 

Identitas Pengemudi

Customer ketika melakukan pemesanan Bentor Online bisa melihat identitas Pengemudi baik foto, nama, nomor telepon hingga plat nomor kendaraan. Sedangkan Bentor pangkalan tidak memiliki hal itu, kecuali melalui perbincangan.

Penghasilan Pengemudi

Penghasilan Pengemudi Bentor Online berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu atau bahkan lebih dalam sehari jika pengemudi turun dari pagi hari hingga malam hari.

"Saya kalau lagi sepi Rp100 ribu, kalau lebih bisa sampai Rp200 ribu lebih, itu bersihnya," ungkap Baden

Sedangkan Bentor Pangkalan penghasilannya dalam sehari berkisar Rp60 ribu hingga Rp150 ribu.

"Sekarang susah, dapat seratus saja sudah Alhamdulillah, karena pengemudi bentor ini banyak apalagi online," ungkap Rustam.

Baca juga: Bosan jadi Korban Tukang Parkir Liar, Warga Gorontalo Ini Kompak Dukung Sistem QRIS

Tanggapan Customer

Mohammad Nurul Djailani (24) mengatakan pengunaan Bentor Online lebih efektif dan terjangkau karena harganya yang sudah pasti.

"Terus mudah, kalau bentor pangkalan mungkin bisa lebih dari harga itu," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Fat Lasanudin (23). Fat memilih Bentor Online karena kemudahan hingga tarif yang murah.

"Di aplikasi cuman Rp10 ribu," tuturnya.

Berbeda dengan Martanti (24), ia sering mengunakan Bentor Pangkalan karena ingin menolong dan memberikan kesempatan untuk mendapatkan penumpang.

Menurutnya, di era digitalisasi saat ini, masyarakat sebagian besar beralih ke ojol dalam pengunaan transportasi umum.

"Kasihan mereka kan cuman dapat penumpang dari customer yang panggil atau yang berdiri di pinggir jalan. Saya rasa semenjak ada online pendapatannya menurun," imbuhnya.

Harapan Pengemudi Bentor

Pengemudi Bentor Online, Baden berharap sesama pengguna bentor bisa akur dan saling merangkul satu sama lain.

Ia juga mengajak para Bentor Pangkalan bergabung bersama mereka.

"Jangan sampai cekcoklah, sama-sama mencari nafkah di jalan," terang Baden.

Sedangkan Pengemudi Bentor Pangkalan, Rustam berharap bentor online tidak mengambil customer ditempat mereka mangkal.

"Sebenarnya tidak apa-apa kalau customer lebih memilih online, cuma kasihan jangan jemput pas di depan mata kita," tandas Rustam.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved