Berita Ekonomi
Bosan jadi Korban Tukang Parkir Liar, Warga Gorontalo Ini Kompak Dukung Sistem QRIS
Sejumlah warga Gorontalo kompak mendukung pembayaran parkir sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-parkiran-sepeda-motor-di-Kota-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sejumlah warga Gorontalo kompak mendukung pembayaran parkir sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Hal ini diungkapkan oleh Zainudin (24). Pria akrab disapa Ucok itu mengaku kesal kehadiran tukang parkir liar.
Tukang parkir itu entah dari mana datangnya. Dan mau tidak mau ia harus membayarnya.
"Cuman sebentar, ambil barang di dalam, mereka langsung atur terus tutupi (kendaraan) dengan kardus," kata Ucok Kepada TribunGorontalo.com di depan Gelael, Rabu (24/1/2024).
Ucok pun sampai bosan karena sering merasakan dampak yang sama berulang kali. Menurutnya, itu terjadi di dekat pasar sentral atau pertokoan kawasan kota tua.
Pendapat serupa dilontarkan Septi. Wanita berusia 22 tahun itu juga merasakan keberadaan tukang parkir liar.
Acapkali ia memarkirkan sepeda motor, tukang parkir tiba-tiba datang untuk meminta uang parkir.
"Pas kita menghidupkan motor, tiba tiba (tukang parkir) datang," ungkapnya.
Demikian pula Lucky (22), menyatakan tukang parkir liar sering berada di lokasi ramai pengunjung seperti acara besar atau konser.
"Lokasi yang sebelumnya tidak perlu bayar parkir, tiba-tiba harus bayar parkir," ucap lucky.
Ia juga menambahkan pengalaman lain terhadap tukang parkir liar.
Lucky mengenang satu kejadian, di mana ia menunggu temannya berbelanja.
Sembari duduk di atas sadel sepeda motor, tanpa disadarinya seorang lelaki datang menghampiri dan meminta uang parkir.
Baca juga: Juru Parkir Tolak Sistem QRIS yang Diberlakukan Dishub Kota Gorontalo, Jukir: Semakin Siksa Kami
Padahal saat itu dia sama sekali tak bergeming dari tempat duduknya.
"Padahal saya disitu (menjaga motor), dia tetap minta uang parkir," imbuhnya.