Sabtu, 21 Maret 2026

Hari Patriotik

Kondisi Kediaman Kusno Danupoyo, Wakil Komite Dua Belas Proklamasi Kemerdekaan di Gorontalo 1942

Kondisi Terkini Kediaman Kusno Danupoyo yang digunakan dalam pembentukan Komite Dua Belas.

Tayang:
Penulis: Fernandes Siallagan | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Kondisi Kediaman Kusno Danupoyo, Wakil Komite Dua Belas Proklamasi Kemerdekaan di Gorontalo 1942
TRIBUNGORONTALO/FERNANDESSIALLAGAN
Kondisi kediaman Kusno Danupoyo, tokoh Komite Dua Belas saat proklamasi kemerdekaan di Gorontalo pada 23 Januari 1942 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Kondisi Terkini Kediaman Kusno Danupoyo yang digunakan dalam pembentukan Komite Dua Belas saat proklamasi Kemerdekaan pada 23 Januari1942

Diketagui, Kusno Danupoyo merupakan Wakil Ketua Komite Dua Belas.  Komite Dua Belas tersebut dibentuk di kediaman Kusno.

Tugas Komite Dua Belas dibentuk dan tugasnya adalah menjaga dan melindungi keselamatan rakyat dan daerah dari segala tindakan yang merugikan rakyat.

Pembentukan ini membuahkan hasil Gorontalo bisa lebih sigap melakukan proklamasi kala rencana Belanda untuk membumihanguskan Gorontalo belum sempat terlaksana.

Rumah yang menjadi saksi sejarah tersebut masih berbentuk sama sejak digunakan untuk rapat-rapat rahasia oleh Komite Dua Belas.

Rumah itu berada di Jalan Merdeka, Kelurahan Ipilo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. 

Kusno Danupoyo bukanlah pemilik rumah tersebut.

Berdasarkan informasi dari Dani Mojo (50), Kusno Danupoyo hanya tinggal di rumah itu karena yang punya rumah (Neneknya Dani) hanya tinggal sendiri.

Pemilik asli rumah itu adalah keluarga Mojo yang sampai saat ini masih berdiri kokoh dan tidak memiliki perubahan bentuk sejak rumah tersebut dibangun pada 1924. 

"Belum, belum ada yang berubah. Cuman saya tambahkan sekat untuk jadi kos-kosan pas mall baru buka," kata Dani Mojo yang tinggal di rumah itu kepada TribunGorontalo.com, Kamis (25/1/2024).

Dapat dilihat dari pondasi rumah yang terkikis dan dinding rumah mulai memudar, menunjukkan rumah tersebut sudah tua.

Rumah yang berwarna oranye itu berbentuk rumah panggung dengan pondasi yang terbuat dari beton.

Rumah ini dipenuhi bunga-bunga yang ditanam oleh Dani Mojo dan keluarga.

Di sebelah rumah juga terdapat pohon besar yang sudah berusia belasan tahun.

Kalau diperhatikan dari jalan raya, rumah ini tidak terlalu kentara, karena di halamannya sudah dibangun sebuah lapak untuk berjualan.

Kabarnya rumah tersebut sudah dicoba untuk dijual, karena masih hak bersama keluarga Mojo. Namun, sudah sepuluh tahun berlalu, rumah tersebut belum juga laku.

"Kan ini masih hak bersama, bukan saya punya sendiri. Jadi rencananya mau dijual terus dibagi rata," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved