Sabtu, 14 Maret 2026

Hari Patriotik Gorontalo

Cucu Nani Wartabone Dorong Pemprov Gorontalo Bikin Film Perjuangan Rakyat Melawan Penjajah

Ketua Kerukunan Wartabone Gorontalo, Arisman Wartabone, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo membuat film pendek perjuangan rakyat

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Cucu Nani Wartabone Dorong Pemprov Gorontalo Bikin Film Perjuangan Rakyat Melawan Penjajah
TribunGorontalo.com/Herjianto
Arisman Wartabone, Ketua Kerukunan Wartabone Gorontalo, Cucu Pahlawan Nasional Nani Wartabone saat ditemui TribunGorontalo.com di Makam Nani Wartabone, Kamis (23/1/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Ketua Kerukunan Wartabone Gorontalo, Arisman Wartabone, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo membuat film pendek perjuangan rakyat Gorontalo melawan penjajah.

Usai prosesi upacara peringatan 23 Januari 1942 di Taman Makam Pahlawan Nasional Nani Wartabone, Arisman bersyukur saat ini euforia peringatan kakeknya masih terus diselenggarakan.

"Pemprov bisa membuat film pendek mengenai peristiwa ini, agar muda mudi bisa teredukasi," harapnya. 

Hal itu sebagai upaya untuk mensosialisaksan peristiwa sejarah di Gorontalo yang saat ini mulai tergerus dengan perkembangan zaman.

Arisman adalah cucu Nani Wartabone. Dari silsilah keturunan, ia adalah anak dari Fauzy Wartabone (anak kelima Nani Wartabone dari sembilan bersaudara).

Nenek Arisman adalah Aisyah Tangahu, istri pertama Nani Wartabone

Saat diwawancarai TribunGorontalo.com, bagi Arisman, momen upacara peringatan Patriotik 23 Januari ini sangat penting dan tidak boleh dilupakan disetiap tahunnya.

"Peristiwa ini sangat istimewa dan sakral," ungkapnya. 

Ia menegaskan, proklamasi yang dicetuskan kakeknya adalah proklamasi pertama di Indonesia sebelum datangnya penjajah Jepang di Gorontalo. 

Momen kekosongan kekuatan di Gorontalo itu kata Arisman dimanfaatkan oleh Nani Wartabone membentuk tentara nasional Indonesia (TNI) di Gorontalo untuk memproklamirkan kemerdekaan. 

Baca juga: Saksi Sebut Marten Taha Terima Uang Terdakwa Korupsi Jl Nani Wartabone saat Jadi Wali Kota Gorontalo

Peristiwa 23 Januari kata Arisman, tidak hanya dimaknai sebagai sejarah perjuangan oleh masyarakat Gorontalo saja, melainkan nasional. 

Kepaiawaian kakeknya membangun konsolidasi dengan petinggi bangsa sangatlah statregis. 

"Bahkan Presiden Soekarno saat itu dua kali mengunjungi Gorontalo, padahal kita tau daerah ini begitu kecil," tukasnya. 

Fakta sejarah inilah yang harus diperhatikan oleh Pemprov Gorontalo, lebih meningkatkan kegiatan saat peringatan 23 Januari. 

Salah satu contoh untuk mengedukasi generasi muda, Pemrov harus getol memberikan sosialisasi dan edukasi di media sosial. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved